Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia

Menjadi salah satu kelompok mahasiswa asing pertama yang berpartisipasi langsung dalam menanam pohon di Explore Edu Forest.

Mahasiswa Psikologi UMBY Eksplorasi Sejarah dan Konservasi Alam di Malaysia
Delegasi mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Malaysia lewat program Student Mobility. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARYA -- Melalui program Student Mobility, delegasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Malaysia.  Tujuannya untuk mengeksplorasi sejarah dan konservasi alam di negara tetangga itu.

Koordinator Kegiatan Student Mobility UMBY, Nanda Yunika Wulandari M Psi Psikolog melalui siaran pers ke koranbernas.id, Selasa (30/6/2026), mengatakan kunjungan di antaranya dilakukan ke Tuanku Bainun Library, Edu Forest Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan Muzium Pendidikan Nasional, Senin (8/6/2026) silam.

"Program ini memang dirancang agar mahasiswa bisa berinteraksi secara global dan mengimplementasikan ilmunya. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki wawasan global yang komprehensif," kata Nanda.

Menariknya, kunjungan ini tidak hanya sebatas bertukar pikiran di dalam ruang kelas. Rombongan mahasiswa UMBY mencatatkan kesan mendalam saat menjadi salah satu kelompok mahasiswa asing pertama yang berpartisipasi langsung dalam menanam pohon di Explore Edu Forest, kawasan hutan edukasi yang dikelola UPSI.

Selain terjun langsung ke alam, para mahasiswa juga diajak menyelami sejarah dan teknologi pendidikan di Negeri Jiran. Mereka mengunjungi Digital Library dan Tuanku Bainun Library serta menelusuri jejak sejarah di Muzium Pendidikan Nasional guna melihat langsung perkembangan pendidikan dari era tradisional hingga modern Malaysia.

Mahasiswa UMBY berpartisipasi menanam pohon di Explore Edu Forest Malaysia. (istimewa)

"Dari perspektif psikologi, pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga menstimulasi proses pembelajaran melalui experiential learning, yang mendorong mahasiswa membangun pemahaman baru berdasarkan pengalaman langsung," katanya.

Nanda menambahkan interaksi dengan ekosistem pendidikan berbasis teknologi sekaligus sebagai refleksi atas perjalanan sejarah pendidikan sehingga membantu mengembangkan critical thinking, fleksibilitas kognitif serta cross-cultural awareness yaitu kemampuan memahami dan menghargai perbedaan sistem, nilai, dan praktik pendidikan di berbagai budaya.

“Kompetensi pembelajaran luar kelas akan menjadi bekal penting bagi calon sarjana psikologi untuk memiliki wawasan global, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan dalam memahami perilaku manusia dalam konteks sosial dan budaya yang beragam,” kata Nanda.

Puan Muliati binti Abdul Samad dari Muzium Pendidikan Nasional turut memuji antusiasme mahasiswa UMBY yang kritis dan aktif menggali informasi sejarah pendidikan.

Bagi mahasiswa, rangkaian kegiatan luar ruangan (outdoor activity) ini memberikan perspektif baru. Pembelajaran tak melulu harus diukur dari buku dan ruang kuliah.

"Pengalaman ini menyenangkan sekaligus edukatif. Meskipun saya belajar ilmu psikologi, tetapi saya dapat belajar hal lain secara langsung di alam terbuka mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati. Ini akan menjadi bekal untuk pengembangan diri di masa depan," kata Ni Ketut Ayu Juliayukha, salah seorang delegasi Student Mobility.

Program mobilitas lintas negara ini juga dipastikan memberikan dampak langsung pada nilai akademik mahasiswa. Kaprodi Psikologi UMBY, Santi Esterlita Purnamasari M Si Psikolog menyatakan pengalaman internasional ini akan terintegrasi dengan kurikulum kampus.

"Peserta kegiatan ini nantinya akan diberikan hak konversi nilai mata kuliah yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)," kata Santi.

Pengelola Edu Forest UPSI, Encik Amin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa UMBY. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda lintas negara terhadap pelestarian lingkungan meskipun secara rumpun ilmu psikologi tidak ada kaitannya secara langsung.

"Setiap pohon yang ditanam merupakan simbol kepedulian dan kontribusi kecil yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di masa mendatang. Kami bangga rombongan UMBY menjadi salah satu mahasiswa asing pertama yang melakukan konservasi di sini," ungkap Encik Amin. (*)