Graduasi KPM PKH Klaten Melampaui Target Kemensos

Saat ini di Klaten masih ada sekitar 129.680 jiwa yang masuk kategori miskin.

Graduasi KPM PKH Klaten Melampaui Target Kemensos
Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, menyampaikan arahan pada acara wisuda graduasi mandiri dan penyerahan bantuan PPSE Kemensos bagi KPM PKH di Grha Bung Karno Klaten, Selasa (30/6/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah 4.000 KPM PKH (Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan) di Kabupaten Klaten berhasil graduasi mandiri pada tahun 2026.

“Capaian ini melampaui target yang ditetapkan Kementerian Sosial Republik Indonesia sejumlah 2.000 KPM,” ungkap Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten, pada acara wisuda graduasi mandiri dan penyerahan bantuan PPSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) Kemensos bagi KPM PKH di Kabupaten Klaten di Grha Bung Karno Klaten, Selasa (30/6/2026).

Menurut bupati, diawali tahun 2025 pendamping PKH mendorong untuk bisa membantu agar kemudian muncul 540 keluarga yang berhasil graduasi mandiri.

"Waktu itu ada acara bersama kawan-kawan pendamping PKH di komplek Candi Sewu. Saya masih ingat teman-teman menyampaikan tentang target. Target Kemensos 2.000 KPM tahun 2026. Saya guyoni saja kenapa 2.000? Kalau bisa 3.000. Alhamdulillah tahun ini tercapai 4.000. Tentu ini capaian luar biasa. Bagaimana kita semangat bersama dan yakin tak hanya bantuan yang membuat kita bisa hidup, tapi berawal dari bantuan yang membuat kita bisa mandiri dan lepas dari bantuan. Insya Allah ke depan kehidupan pasti lebih baik," kata bupati.

Pada tahun 2025, ujarnya, berkat kerja keras seluruh stakeholder angka kemiskinan di Kabupaten Klaten turun 1,05 persen. Dari start awal masih dua digit dari 12 persen menjadi 11 persen. Saat ini di Klaten masih ada sekitar 129.680 jiwa yang masuk kategori miskin atau tidak mampu. Mereka tersebar di 26 kecamatan, 391 desa dan 10 kelurahan.

Harapannya, dengan graduasi ini memunculkan semangat optimisme bersama, hidup tak hanya sekedar untuk dapat bantuan tapi bagaimana berawal dari menerima bantuan muncul semangat untuk kehidupan yang lebih baik dan layak.

Kuncinya kolaborasi

Pemkab Klaten meyakini pengentasan kemiskinan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan kolaborasi adalah kuncinya.  Oleh karena itu, kata bupati, Pemkab Klaten mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kabupaten, kecamatan, desa, Forkompimda yang sudah bergotong-royong terus-menerus sehingga Kabupaten Klaten yang selalu dibanding-bandingkan dengan daerah sebelah.

Bupati percaya investasi terbesar tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga membangun manusia agar kemudian lebih berdaya produktif dan sejahtera.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran Kemensos, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Kepala Bappeda Jawa Tengah, Forkompimda Klaten, Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko, Kepala Dinsos P3APPKB Klaten Puspo Enggar Hastuti dan jajaran, SDM PKH, TKSK, wisudawan/wisudawati graduasi KPM PKH, camat dan kepala desa serta siswa-siswi Sekolah Rakyat Surakarta.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati karena sudah menjadi sakaguru kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menyampaikan wisuda graduasi bukan akhir melainkan awal kesuksesan. Dia ingin wisudawan bisa bercerita kepada anak cucu bahwa sudah pernah diwisuda, tidak harus sarjana.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten, Puspo Enggar Hastuti dan Kabid Dayalinjamsos Dinsos P3APPKB Hari Suroso menyatakan benar pada tahun 2026 di Kabupaten Klaten tercapai 4.000 KPM PKH yang graduasi mandiri. (*)