Gedung Baru Kalurahan Banyuraden Diresmikan, Bupati Sleman Tekankan Pelayanan Publik Harus Naik Kelas

Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan gedung baru Kalurahan Banyuraden di Gamping. Gedung senilai Rp2,019 miliar ini diharapkan meningkatkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan profesional

Gedung Baru Kalurahan Banyuraden Diresmikan, Bupati Sleman Tekankan Pelayanan Publik Harus Naik Kelas
Bupati Sleman Harda Kiswaya memotong tumpeng sebagai simbol peresmian gedung baru Kantor Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (30/6/2026). (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Wajah baru pelayanan publik di Kapanewon Gamping resmi dimulai. Pemerintah Kalurahan Banyuraden kini memiliki gedung pelayanan dan kantor kalurahan yang lebih representatif setelah diresmikan Bupati Sleman Harda Kiswaya, Selasa (30/6/2026). Namun, bagi Harda, megahnya bangunan tidak akan berarti jika tidak diikuti perubahan budaya melayani masyarakat.

Pesan itulah yang menjadi penekanan utama saat meresmikan gedung baru yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar tersebut. Menurut Harda, kehadiran kantor baru harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kalurahan Banyuraden untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

"Jangan hanya bangunannya yang baru, tetapi semangat melayaninya juga harus baru. Dengan kantor yang bagus ini, saya berharap seluruh perangkat kalurahan memberikan pelayanan secara transparan, akuntabel, dan penuh keikhlasan kepada masyarakat," ujar Harda.

Ia menilai pelayanan publik merupakan wajah pertama pemerintah yang dirasakan langsung masyarakat. Karena itu, aparatur kalurahan dituntut tidak hanya bekerja sesuai prosedur, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan mampu memberikan solusi.

Selain kualitas pelayanan, Harda juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap aset pemerintah. Gedung yang telah dibangun melalui anggaran negara harus dijaga dan dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Kalau ada rasa handarbeni atau rasa memiliki, gedung beserta seluruh fasilitasnya akan terawat dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lama," katanya.

Sementara itu, Lurah Banyuraden Sudarisman mengatakan gedung baru tersebut bukan sekadar kantor pemerintahan, melainkan simbol komitmen pemerintah kalurahan dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap keberadaan kantor baru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi kebanggaan warga Banyuraden.

"Harapan kami, gedung ini menjadi wajah pelayanan publik yang semakin baik sekaligus mencerminkan semangat membangun Banyuraden yang lebih maju," ujarnya.

Sudarisman menjelaskan desain gedung mengusung filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yang bermakna menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan. Filosofi tersebut diwujudkan dalam konsep kawasan yang mengedepankan fungsi pelayanan sekaligus menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman.

Perencanaan pembangunan telah dimulai sejak 2024 melalui penyusunan masterplan bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Tahap berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2025 sebelum proyek memasuki proses lelang terbuka.

Pembangunan akhirnya dipercayakan kepada CV Barit Prima Solusi dengan pengawasan PT Daksinatama Konsultan Indonesia. Proyek senilai Rp2,019 miliar itu dikerjakan selama 175 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 7 Juni 2026.

Rampungnya pembangunan gedung baru ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelayanan publik yang lebih modern di Kalurahan Banyuraden. Sebab, keberhasilan sebuah kantor pemerintahan tidak diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setiap hari. (*)