Bayer Bekali Petani Muda Magelang dengan Teknologi dan Akses Pasar

Melalui program Bayer SATRIA, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknologi pertanian modern, pemasaran digital, akses pembiayaan, hingga penguatan jejaring usaha tani

Bayer Bekali Petani Muda Magelang dengan Teknologi dan Akses Pasar
Presiden Direktur Bayer Indonesia, Yuchen Li bersama Maria Magdalena Pakpahan, Head of BLF Bayer Indonesia berbincang dengan para petani muda sebagai rangkaian dari Program Bayer SATRIA di Ngablak, Kabupaten Magelang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, MAGELANG--Sebanyak 500 petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang mengikuti Program Bayer SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia) yang digelar di Lapangan Cakra Buana, Kecamatan Ngablak, Senin (29/6/2026). 

Program ini menjadi upaya mendorong regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas generasi muda di sektor pertanian.

Program yang digagas Bayer Indonesia tersebut hadir di tengah tantangan regenerasi petani. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, sebanyak 66,44 persen petani aktif di Indonesia berusia di atas 45 tahun, sedangkan petani muda hanya mencapai 21,93 persen dari total petani nasional.

Head of Better Life Farming (BLF) Bayer Indonesia, Maria Magdalena Pakpahan, mengatakan regenerasi petani tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Generasi muda berperan penting bagi kemajuan dan ketahanan pangan Indonesia. Better Life Farming memberikan kami pengalaman dan pemahaman langsung bagaimana pendampingan yang tepat mampu mengubah cara petani bekerja dan meningkatkan kehidupan mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (30/6/2026).

“Kini, Program Bayer SATRIA menjadi pendekatan baru untuk menguatkan transformasi pertanian generasi berikutnya. Regenerasi petani bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga kualitas, yaitu petani muda yang siap, adaptif, dan bangga dengan profesinya,” lanjutnya.

Program Bayer SATRIA merupakan pengembangan dari Better Life Farming (BLF) yang telah berjalan sejak 2020 dan telah mendampingi lebih dari 1,8 juta petani lahan kecil di Indonesia. Melalui program ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknologi pertanian modern, pemasaran digital, akses pembiayaan, hingga penguatan jejaring usaha tani. 

Bayer juga membangun program melalui empat pilar utama, yakni inovasi teknologi pertanian, digital marketing, penguatan ekosistem pertanian, serta pembentukan Bayer Ambassador sebagai agen perubahan di komunitas petani.

Kabupaten Magelang menjadi salah satu dari tujuh wilayah prioritas pelaksanaan Program Bayer SATRIA. Data BPS Kabupaten Magelang menunjukkan hanya 27.425 dari total 177.765 petani aktif atau sekitar 15,43 persen yang tergolong petani muda.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang berfokus pada budidaya cabai merah keriting diperkenalkan teknologi budidaya modern, termasuk paket cabai super Bayer yang diklaim mampu meningkatkan hasil panen sekitar 23 persen pada lahan seluas 0,5 hektare, dari 3,5 ton menjadi 4,3 ton dalam satu siklus budidaya selama lima bulan.

Selain peningkatan produktivitas, Bayer juga memperluas akses petani terhadap pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR dengan bunga kompetitif. 

Dari sisi pemasaran, peserta dikenalkan dengan akses pasar komoditas cabai dan kentang bersama Indofood serta memperoleh pelatihan pembuatan konten digital dari influencer pertanian.

Salah seorang peserta, Arum Wulandari, petani asal Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, mengaku pendampingan yang diberikan membuka peluang lebih besar bagi petani muda untuk mengembangkan usaha tani.

“Pendampingan Program Bayer SATRIA memberikan manfaat nyata bagi saya. Selain memperkuat kemampuan dalam menerapkan praktik pertanian modern,” kata dia.

“Program ini juga menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dengan sesama petani sehingga kami lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Setelah Magelang, Bayer berencana melanjutkan Program SATRIA ke sejumlah sentra pertanian lain di Indonesia. 

Perusahaan juga mengembangkan Bayer SATRIA Campus Challenge yang melibatkan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Padjadjaran dan Universitas Lampung, untuk mendorong lahirnya inovasi teknologi pertanian yang dapat diterapkan di lapangan. (*)