Berlokasi di Desa Pundungsari Trucuk, KBMKB XXV akan Dibuka 10 September 2024
Jalan yang akan diperbaiki merupakan jalan pertanian yang rusak.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Kegiatan Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) XXV Tahun 2024 akan dilaksanakan di Desa Pundungsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten. Rencananya, kegiatan kolaborasi Pemkab Klaten dengan Kodim 0723/Klaten itu akan dibuka 10 September dan berlangsung hingga 9 Oktober 2024.
Rencana pelaksanaan kegiatan KBMKB XXV tersebut disampaikan dalam rapat pleno yang berlangsung di ruang rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Klaten, Rabu (4/9/2024).
Tampak hadir, Sekretaris Dispermasdes Klaten Triwiyanto, AKP Sugiharto dari Polres Klaten, Danramil 19/Trucuk Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Harsono, Kepala Desa Pundungsari Aris Sriyono, Serma Rahardian mewakili Pasiter Kodim 0723/Klaten dan staf dinas terkait.
Serma Rahardian menyampaikan rapat bertujuan memberikan gambaran umum mengenai perencanaan, penyiapan dan pelaksanaan KBMKB XXV di Desa Pundungsari.
Sasaran fisik
Dijelaskan, kegiatan KBMKB XXV meliputi sasaran fisik jalan dengan panjang 900 meter, lebar 3,5 meter dan ketebalan 12 cm, pembangunan talud A dengan panjang 161 meter, lebar atas 35 cm dan tinggi 1,7 meter dan talud B dengan panjang 112 meter, lebar atas 35 cm dan tinggi 0,5 meter.
Sedangkan sasaran nonfisik meliputi penyuluhan bela negara, penyuluhan administrasi kependudukan (adminduk) dan pelayanan KB kesehatan.
Kepala Desa Pundungsari, Aris Sriyono, menjelaskan kegiatan KBMKB XXV sangat penting mengingat permasalahan yang ada di desa, seperti banyaknya jalan pertanian yang rusak menyulitkan transportasi hasil pertanian serta mengakibatkan biaya transportasi yang mahal.
"Jalan yang akan diperbaiki merupakan jalan pertanian yang rusak dan juga jalan penghubung antara dua dukuh yaitu Dukuh Purwodadi dengan Dukuh Nglarangan yang selama ini mengalami gangguan," kata Aris.
Dia berharap, dengan kegiatan KBMKB XXV akses warga, petani dan pengusaha akan semakin lancar menjual hasil pertanian mereka, sehingga mendukung perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. (*)