Puisi untuk Mahasiswa Indonesia

Oleh: Aprinus Salam
Puisi untuk Mahasiswa Indonesia
Bukan diskusi biasa. (Istimewa).

Puisi untuk Mahasiswa Indonesia

 

Di pinggiran sebuah kampus yang megah, 

tapi juga gerah

duduklah seorang pemulung tua 

dengan sekarung plastik rongsokan

dan secuil harapan

 

Seorang mahasiswa berlalu

melirik sejenak, seperti berpikir

tak tahu harus berbuat apa

dan terus berjalan

 

Di kelas, sambil menunggu dosen

membuka gejet, membaca berita

ratusan trilyun uang rakyat dijarah

 

sembari mendengar dosen ngoceh

terbayang wajah pemulung

terlintas pula seorang pejabat 

naik jet pribadi, sambil pesta pora

 

Dalam hati, sang mahasiswa bertanya

pelajaran seperti apa yang diterimanya

teori-teori membuncah

hidup harus sukses menjadi warga negara

 

Dari duduk terhenyak, Sang pemulung beranjak, 

kembali melihat gedung bertingkat

membayangkan anaknya bisa sekolah

dan bermimpi bisa menabung, agar bisa beli buku

buku pelajaran membuat puisi

 

Buku pelajaran lain tidak bermanfaat

Karena tidak bisa menjelaskan

kenapa babi-babi berkeliaran 

kenapa tikus terus menggerogoti

dan rayap-rayap yang tak kenal ampun

Biarlah puisi yang membantu

untuk belajar bersedih

untuk belajar berperasaan

menangkap sinyal semesta

 

Mahasiswa meninggalkan bangku

Berlari kecil di antara mobil-mobil yang parkir

mencari pemulung tua

berniat berdiskusi tentang cinta

 

Tapi ia tidak menemukan 

Sang pemulung telah moksa

Ke surga

 

Yogya, Kampus UGM, Akhir Februari 2026