UPN Veteran dan Pemda DIY Kembangkan Platform Digital Sikomhati untuk Sekolah
Sebagai sarana membangun budaya komunikasi sehat di sekolah.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Maraknya kasus perundungan dan cyberbullying yang kini merambah ruang digital mendorong lahirnya pendekatan baru dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Pemda DIY bersama tim peneliti Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta mengembangkan platform digital SIKOMHATI sebagai sarana membangun budaya komunikasi sehat di sekolah.
Inovasi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Bullying dan Cyberbullying di Satuan Pendidikan yang digelar di Aula Balai Tekkomdik DIY, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini melibatkan kepala SMA/SMK sederajat dari berbagai wilayah DIY serta perwakilan Sekolah Model Jogja Smart School (JSS).
FGD tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul Prototipe Manajemen Kompetensi Komunikasi Hati pada Website Sikomhati.id sebagai Strategi Pengurangan Bullying dan Cyberbullying Mendukung Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di Smart School Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan tim UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Balai Tekkomdik DIY.
Ketua peneliti, Prof Dr Puji Lestari M Si, Rabu (10/6/2026) menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menggali kebutuhan dan pengalaman sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui pendekatan komunikasi hati yang diterapkan dalam platform Sikomhati.id.
Penelitian hibah
Konsep "Komunikasi Hati" yang dikembangkan dalam penelitian hibah DPPM Dikti 2026 mengintegrasikan olah pikir dan olah rasa. Pendekatan tersebut mengarahkan pikiran kepada hal-hal positif sekaligus mengubah perasaan negatif menjadi energi yang membangun empati dan kedamaian hati.
"Pendekatan itu diyakini mampu menjadi strategi preventif sekaligus solutif untuk menekan kasus perundungan di kalangan pelajar," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim pengembang juga memperkenalkan aplikasi SIKOMHATI (Literasi Komunikasi Hati) yang dapat diakses melalui laman sikomhati.id. Platform tersebut menyediakan materi literasi, refleksi diri, studi kasus, asesmen hingga berbagai fitur yang membantu siswa memahami pentingnya komunikasi yang sehat.
Masukan dari para kepala sekolah dalam FGD nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan fitur-fitur yang ada agar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik di DIY.
Penguatan karakter
"Selain itu, hasil analisis kebutuhan juga akan menjadi dasar penyusunan modul kompetensi Komunikasi Hati yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran maupun program penguatan karakter di sekolah," jelasnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan sekolah, inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif dan ramah anak.
Komunikasi hati juga dinilai sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari bullying, cyberbullying, serta berbagai bentuk kekerasan.
Sementara Plt Kepala Balai Tekkomdik DIY, Drs R Suci Rohmadi M IP, mengatakan perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial di kalangan pelajar telah menghadirkan tantangan baru. Perundungan tidak lagi hanya terjadi secara langsung di sekolah, namun juga berpindah ke ruang digital yang sulit dikendalikan.
Menumbuhkan empati
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan sanksi. Dibutuhkan upaya yang mampu menumbuhkan empati, kepedulian dan karakter positif siswa.
"Literasi digital melalui prototipe Sikomhati.id merupakan langkah yang tepat untuk merumuskan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Kami berharap platform ini menjadi media edukasi, refleksi, konsultasi, serta penguatan kapasitas bagi peserta didik maupun pendidik," ujarnya.
Dukungan terhadap pengembangan platform tersebut juga datang dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Dalam sambutan Plt Kepala Dikpora DIY yang dibacakan Sekretaris Dikpora DIY, Muhammad Ali Sa'id, disebutkan teknologi digital turut memunculkan bentuk-bentuk baru perundungan sehingga pendekatan komunikasi hati dinilai relevan diterapkan di sekolah.
Dia berharap hasil kajian yang melibatkan Balai Tekkomdik DIY, LPPM UPN Veteran Yogyakarta dan 50 sekolah yang tergabung dalam Jogja Smart School dapat menghasilkan rekomendasi aplikatif guna mencegah bullying dan cyberbullying. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
