Hari Anak Nasional, KAI Bandara Buka Kunjungan ke Depo

Kesempatan untuk mengenalkan transportasi publik sebagai bagian dari ruang belajar bagi anak.

Hari Anak Nasional, KAI Bandara Buka Kunjungan ke Depo
Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar KAI Bandara. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Bagi sebagian anak, kereta api mungkin hanya dikenal sebagai moda transportasi untuk bepergian. Namun, pada momentum Hari Anak Nasional 2026, KAI Bandara mengajak anak-anak melihat sisi lain dunia perkeretaapian yang selama ini jarang terlihat penumpang.

Anak-anak diajak mengenal bagaimana sebuah perjalanan kereta api dipersiapkan agar tetap aman, nyaman dan tepat waktu. Pengalaman itu diberikan melalui kegiatan edukasi di wilayah operasional KAI Bandara di Medan dan Yogyakarta.

Di Stasiun KA Bandara Medan, peserta Good News From Indonesia (GNFI) mendapat kesempatan mengenal lebih dekat layanan kereta api bandara, fasilitas stasiun, hingga operasional perjalanan kereta api.

Tak berhenti di area stasiun, peserta juga diajak mengunjungi Depo KA Bandara. Di lokasi tersebut, mereka dapat melihat secara langsung sarana perkeretaapian sekaligus proses perawatan yang dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keandalan kereta.

Kegiatan tersebut membuka pengalaman baru bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat kereta sebagai kendaraan yang membawa penumpang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memahami bahwa ada proses panjang di balik perjalanan yang aman dan tepat waktu.

Sementara itu, suasana berbeda dihadirkan KAI Bandara YIA di Yogyakarta. Anak-anak yang berada di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA mendapatkan merchandise sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.

Ruang belajar

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, Senin (27/7/2026),  mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk mengenalkan transportasi publik sebagai bagian dari ruang belajar bagi anak.

"Transportasi publik bukan hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga ruang edukasi yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan," ujar Porwanto.

Dengan membuka kunjungan untuk anak-anak, menurutnya, pengenalan dunia perkeretaapian sejak dini diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menumbuhkan kesadaran anak mengenai pentingnya keselamatan dalam menggunakan transportasi publik.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KAI Bandara ingin menjadikan perjalanan dengan kereta bukan sekadar aktivitas berpindah tempat. Lebih dari itu, perjalanan diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang memperkenalkan anak-anak pada disiplin, keselamatan, serta cara kerja transportasi publik.

KAI Bandara berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Momentum Hari Anak Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa membangun generasi masa depan tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di ruang publik. (*)