UMBY Kejar Akreditasi Unggul, LLDIKTI Beberkan Kekuatan dan Tantangan Kampus
UMBY mendapat pendampingan LLDIKTI Wilayah V untuk memperkuat kesiapan meraih Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul. LLDIKTI menilai peluang UMBY besar, namun masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi.
KORANBERNAS.ID, BANTUL — Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dinilai memiliki peluang besar meraih predikat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul. Namun, kampus tersebut masih harus memperkuat sejumlah aspek, mulai dari sistem penjaminan mutu internal hingga penyempurnaan dokumen akreditasi.
"Kami merasa terhormat dan bahagia mendapatkan pembinaan ini. UMBY yakin dan mampu meraih akreditasi Unggul, namun kami tetap membutuhkan pendampingan dan evaluasi agar langkah kami semakin mantap," ujar Rektor UMBY Dr. Agus Slamet, Selasa (21/7/2026) dalam kegiatan 'Klinik Penguatan Mutu untuk Akselerasi Perguruan Tinggi Unggul' di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY, Jalan Wates Km 10, Sedayu, Bantul.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UMBY Widarta MM dalam siaran pers yang diterima Kamis (23/7/2026) menjelaskan, pendampingan dilakukan langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan UMBY menghadapi proses akreditasi.
Kegiatan tersebut diikuti Yayasan Wangsamanggala, pimpinan universitas, para dekan, ketua program studi, tim penjaminan mutu dari tingkat program studi hingga universitas, serta tenaga kependidikan.
Dalam pendampingan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Setyabudi Indartono bersama Maria Meiwati Widagdo Ph.D. selaku validator Sistem Penjaminan Mutu LLDIKTI Wilayah V memberikan evaluasi terhadap kesiapan institusi, penguatan sistem penjaminan mutu, serta penyempurnaan dokumen akreditasi.
Prof. Setyabudi menegaskan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mengedepankan efisiensi, tetapi juga harus memiliki daya lenting menghadapi perubahan regulasi, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan dunia kerja.
"Institusi tidak cukup hanya efisiensi, tetapi juga resiliensi karena perguruan tinggi harus mampu bertahan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang berlangsung cepat," katanya.
Menurutnya, UMBY telah memenuhi sejumlah syarat penting untuk meraih akreditasi Unggul, di antaranya jumlah program studi berakreditasi unggul, persentase dosen bergelar doktor, serta dosen dengan jabatan akademik tinggi.
Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang harus diperkuat, yakni sistem penjaminan mutu internal, tracer study, kelengkapan dokumen, serta penyusunan narasi keunggulan institusi.
Sementara itu, Maria Meiwati Widagdo Ph.D. dalam paparan 'Penguatan Mutu untuk Akselerasi UMBY Unggul' menekankan empat pilar utama sistem penjaminan mutu eksternal, yakni budaya mutu yang berkelanjutan, relevansi Tri Dharma dengan kebutuhan masyarakat, akuntabilitas dan integritas, serta diferensiasi misi yang selaras dengan arah pengembangan institusi.
Akreditasi, menurutnya, bukan sekadar predikat administratif, melainkan cerminan proses pembelajaran yang berintegritas, kualitas sumber daya manusia, tata kelola pendidikan yang dapat dipercaya, serta lulusan yang kompeten. (*)
Sariyati Wijaya
