Pelatihan Barista Bersertifikat di Sleman, Jalan Baru Anak Muda Masuk Industri Kopi

Peserta dibekali sertifikasi kompetensi resmi yang diakui secara profesional.

Pelatihan Barista Bersertifikat di Sleman, Jalan Baru Anak Muda Masuk Industri Kopi
Pelatihan SDM Usaha Jasa Pariwisata Bidang Barista selama tiga hari pada 19-21 Mei 2026. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Industri kopi yang terus tumbuh di Yogyakarta mulai membuka peluang kerja baru bagi anak muda. Melihat tren itu, Pemerintah Kabupaten Sleman mulai serius menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang lebih kompeten melalui pelatihan barista bersertifikasi.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan SDM Usaha Jasa Pariwisata Bidang Barista selama tiga hari pada 19-21 Mei 2026. Sebanyak 30 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari karyawan hotel, pekerja coffee shop hingga pencari kerja.

Pelatihan ini menjadi sinyal profesi barista kini tidak lagi dipandang sekadar pekerjaan sambilan, melainkan bagian penting dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terus berkembang pesat di DIY. Selain itu, juga bisa menjadi jalan baru bagi anak muda masuk industri kopi. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama Jogja Tama Tri Cita serta LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia.

"Pelatihan tidak hanya memberikan pelatihan teknis meracik kopi, peserta juga dibekali sertifikasi kompetensi resmi yang diakui secara profesional," kata Agus Budi Nugraha, Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman, Jumat (22/5/2026).

Daya saing

Dia mengatakan pelatihan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata, khususnya di sektor kuliner dan kopi yang saat ini berkembang sangat cepat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara profesional,” ujarnya.

Fenomena menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir dinilai turut mengubah kebutuhan tenaga kerja. Barista kini dituntut tidak hanya mampu membuat kopi, tetapi juga memahami pelayanan pelanggan, karakter kopi hingga teknik penyajian modern.

Materi pelatihan disusun cukup lengkap. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembelajaran di kelas yang digelar di Ruang Kotabaru Ballroom Jogja Tama Tri Cita Yogyakarta. Materi meliputi pengenalan kopi, teknik penyeduhan hingga pelayanan pelanggan.

Sesuai standar

Selanjutnya pada hari kedua, peserta menjalani uji kompetensi yang dilakukan asesor profesional dari LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia untuk mengukur kemampuan sesuai standar kompetensi kerja nasional bidang barista.

Menariknya, pelatihan tidak berhenti di ruang kelas. Pada hari terakhir, peserta diajak melakukan visitasi ke Kampung Kopi Banaran Semarang. Di lokasi itu, mereka belajar langsung proses pengolahan kopi dari hulu hingga hilir sekaligus melihat potensi wisata berbasis agro yang kini mulai berkembang.

Langkah Dispar Sleman ini juga menjadi upaya agar pertumbuhan bisnis kopi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal. "Sertifikasi kompetensi dinilai penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di tengah ketatnya industri hospitality dan coffee shop yang kini menjamur di Yogyakarta," ungkapnya.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap para peserta mampu meningkatkan profesionalisme layanan sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk bekerja atau bahkan membuka usaha kopi secara mandiri. (*)