Sejumlah Lansia di Yogyakarta Menulis Buku, Ungkap Fenomena Era Digital
Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, yang hadir, memfasilitasi sekaligus membuka kegiatan itu memberikan apresiasi.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Lanjut usia (lansia) bukan berarti berhenti berkarya. Ini dibuktikan oleh 24 lansia di Yogyakarta yang menulis buku yang mengungkapkan gagasan mereka, pemikiran maupun pengalaman pribadi seputar fenomena era digital.
Buku berjudul Aku Terkoneksi Maka Aku Ada itu dibahas dalam Seminar Kemitraan Bincang Buku, Jumat (22/5/2026), di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Lantai Dua Gedung DPRD DIY.
Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, yang hadir, memfasilitasi sekaligus membuka kegiatan itu memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan literasi yang dinilai sangat relevan ini.
Saat menyampaikan pengantarnya, Koordinator Sastra Bulan Purnama (SBP), Ons Untoro, mengungkapkan buku Aku Terkoneksi Maka Aku Ada merupakan karya yang diterbitkan oleh komunitas lanjut usia (lansia).
Usia 60 tahun
Dia menjelaskan, syarat utama kontributor buku ini adalah harus berusia di atas 60 tahun. “Kami meminta mereka menulis. Dari total 40 lansia, hanya 24 orang yang akhirnya mengirimkan tulisan, itu pun setelah tenggat waktu (deadline) sempat kami undur,” ujar Ons.
Dia mengakui adanya tantangan teknologi yang besar, mengingat para penulis generasi tua ini awalnya terbiasa menggunakan mesin ketik, sebelum akhirnya mulai mengenal dunia digital seperti aplikasi WhatsApp.
Ironisnya, karena mayoritas hanya menguasai WhatsApp untuk mengirimkan naskah, format tulisan yang diterima panitia sempat berantakan alias mosak-masik saat masuk proses editing.
Meski demikian, dia sepakat kaum lansia tidak boleh menghindar dan mau tidak mau harus beradaptasi dengan media digital. “Tidak semua lansia akrab dengan media sosial, memang sulit mengikuti dunia digital. Contohnya saya sendiri, awalnya tidak bisa menggunakan Instagram. Setelah belajar akhirnya bisa, meski sekarang malas karena fiturnya terkoneksi Facebook, sementara saya tidak pernah membuat status,” ujarnya bercanda.
Pembacaan puisi
Sebelum sesi bedah buku yang dipandu oleh moderator Sinta Herindrasti dimulai, acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Sonia Prabowo dan Menik Sithik.
Acara kali ini dihadiri dua narasumber yaitu Bambang Sigap Sumantri selaku perwakilan penulis buku serta drg Irene Sanita Lanny Sp Ort MPH, seorang praktisi kesehatan yang juga aktif dan dikenal luas di sosial media.
Materi tersebut merupakan cerminan dari isi buku Aku Terkoneksi Maka Aku Ada yang secara garis besar mengelompokkan tulisan para lansia ke dalam delapan tema utama, di antaranya tema nostalgia, peralihan teknologi, bijak bermedia, seleksi informasi hingga risiko dan tantangan era digital.
Buku ini memotret realitas kehidupan lansia pada era digital saat ini, selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa 52 persen lansia kini telah menggunakan ponsel pintar, 34 persennya aktif mengakses internet, namun sekitar 50 persen sisanya gagap teknologi. (*)
---
