Alihkan Rute untuk Hindari Gesekan, Panitia Karnaval Kebumen Minta Maaf

Pemindahan rute dikarenakan kegiatan politik di salah satu titik.

Alihkan Rute untuk Hindari Gesekan, Panitia Karnaval Kebumen Minta Maaf
Suasana karnaval HUT ke 79 Kemerdekaan RI di Kota Kebumen, Minggu (18/8/2024). (istimewa)
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN - Panitia penyelenggara karnaval HUT ke 79 Republik Indonesia Kebumen menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Hal ini dilakukan karena mereka mengubah rute karnaval di dalam Kota Kebumen Minggu (18/8/2028) kemarin dari rencana sebelumnya.
Rute karnaval awalnya diberangkatkan dari Stadion Candradimuka, kemudian ke Jalan Kusuma, menuju Jalan Soekarno-Hatta, lurus, memutar Alun-alun Kebumen dan berakhir di Jalan Mayjen Soetojo. Namun Jalan Soekarno - Hatta ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan politik, yakni di Posko Pemenangan. Karenanya alur karnaval diganti dari lampu merah Pasar Tumenggungan, tepatnya depan kantor Pegadaian, belok kanan menuju perempatan Jalan Mayjen Suprapto dan Mayjen Sutoyo, belok kiri ke SMP 7, dan masuk Alun-alun.
Ketua Panitia Penyelengara Karnaval HUT ke 79 RI Frans Haidar mengatakan, pemindahan rute tersebut bukan tanpa alasan. Panitia sebenarnya sudah mempersiapkan dan publikasi ke masyarakat. Menjelang pemberangkatan, pihaknya menerima laporan ada aktifitas politik di Posko Pemenangan bakal calon bupati di Jalan Soekarno-Hatta.
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata benar ada aktivitas politik yang dilakukan tim bakal calon bupati dengan membagikan kaos dan sembako, striker dan sound sistem. Di posko terdapat panggung dan kursi yang menempati area trotoar milik pemerintah daerah.
"Agar tidak terjadi gesekan karena di sana (posko) juga ada pengerahan massa, maka pihak penyelenggara bersama kepolisian memutuskan untuk mengalihkan rutenya," ujar Frans, dalam siaran persnya, Senin (19/8/ 2024) 
Pihaknya  menyayangkan kegiatan pesta rakyat ini ditumpangi kegiatan politik. Dampaknya masyarakat yang sudah menunggu lama menjadi korban.
"Tentu dengan kejadian ini semua terpukul, kami dari pemda dan juga Bupati terpukul dan menyayangkan mengapa kegiatan pesta rakyat itu harus ditumpangi kegiatan politik, karena pada akhirnya masyarakat menjadi kecewa, sudah menunggu lama panas-panasan tapi akhirnya tidak jadi menonton, " kata Frans Haedar. 
Frans menambahkan, lebih terhormat jika mereka ikut sebagai peserta karnaval, karena kegiatan ini bersifat umum. Namun harus bersih dari embel - embel politik. Atas ketidaknyamanan masyarakat yang menyaksikan karnaval, panitia menyampaikan permohonan maaf.
"Kami dari panitia dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kebumen yang telah dikecewakan dengan perubahan rute karnaval ini. Perubahan rute ini semata-mata untuk menghindari gesekan, karena kita nggak ingin pesta rakyat HUT Kemerdekaan ini disusupi kegiatan politik," paparnya.
Acara karnaval diikuti Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih dan jajaran Forkompimda Kebumen. Sementara Bupati Kebumen Arif Sugiyanto ada sedang berada di luar kota karena ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan.(*)