Guncang JEC, Ribuan Milenial Tumpah Ruah Serbu Hari Pertama JFF 2026
Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center sukses menjaring ribuan generasi muda untuk mengubah wajah literasi keuangan Indonesia menjadi lebih inklusif dan kreatif
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Antusiasme luar biasa menandai pembukaan Jogja Financial Festival 2026 (JFF 2026) yang resmi digulirkan di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (22/5/2026) siang. Ribuan peserta yang didominasi oleh generasi muda tampak menyemut dan memadati area festival jauh sebelum gerbang resmi dibuka tepat pukul 09.30 WIB.
Lebih dari 5.000 peserta dari pelbagai latar belakang profesi, lintas generasi, hingga jenjang pendidikan berbaur menjadi satu dalam ruang komunal ini. Kendati demikian, daya tarik utama JFF 2026 sejatinya terletak pada sebuah misi besar, yakni meruntuhkan sekat-sekat kaku yang selama ini menyelimuti pendekatan literasi keuangan tradisional di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, saat membuka acara secara resmi menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pameran industri keuangan biasa. Baginya, momentum ini merupakan ruang kolaborasi nasional yang mempertemukan regulator, pelaku industri, pemerintah daerah, civitas akademika, media massa, hingga komunitas kreatif dan generasi muda guna membidani lahirnya budaya keuangan baru di Indonesia.
Literasi Finansial Harus Membumi
Dalam pidatonya, Anggito menambahkan bahwa edukasi mengenai keuangan tidak boleh bersifat eksklusif maupun elitis. Narasi finansial tidak sepantasnya hanya dimonopoli atau dipahami oleh kalangan regulator dan pelaku industri besar semata. Sebaliknya, literasi keuangan harus mampu membumi, hadir lewat bahasa yang sederhana, populer, kreatif, serta terkoneksi langsung dengan ritme kehidupan masyarakat sehari-hari.
Demi mewujudkan visi inklusif tersebut, perhelatan JFF 2026 secara sengaja merangkul ekosistem yang sangat luas. Mulai dari institusi sekolah, lingkungan kampus, pelaku UMKM, media digital, komunitas kreatif, hingga keterlibatan figur publik berskala lokal dan nasional.
Salah satu magnet utama yang dipersiapkan adalah ajang olahraga “Jogja Run D-City”, sebuah rute lari ikonik yang membelah kawasan Universitas Gadjah Mada serta sudut-sudut eksotis Kota Yogyakarta. Agenda ini diproyeksikan bakal menyedot perhatian lebih dari 5.000 pelari dari level daerah, nasional, hingga mancanegara, di mana seluruh dana yang digalang dari aktivitas ini akan dikonversikan menjadi program beasiswa pendidikan.
Langkah sosial ini menjadi penegas bahwa kecerdasan finansial mutlak berjalan beriringan dengan empati sosial. Pihak penyelenggara meyakini bahwa inklusi keuangan tanpa adanya kepedulian sosial yang nyata hanya akan menciptakan masyarakat yang cerdas secara kalkulasi ekonomi, namun gersang secara kemanusiaan.
Di tengah lanskap dunia keuangan global yang saat ini penuh tantangan serta ketidakpastian, kehadiran generasi muda yang cerdas, berintegritas, melek teknologi, kolaboratif, dan tetap menghargai akar budaya menjadi jaminan bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan tetap menyala terang.
Menyelaraskan Gerak Bersama
Apresiasi mendalam turut ditiupkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menyambut hangat kehadiran forum kolaboratif ini. Dalam pandangannya, JFF 2026 berfungsi sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan arah gerak bersama. Sebuah titik temu ideal tempat kebijakan publik, nilai budaya, khazanah ilmu pengetahuan, dan lompatan teknologi saling bertaut agar laju pertumbuhan ekonomi nasional tidak tercerabut dari akar martabat manusia.
Lebih jauh, Sri Sultan mengajak seluruh elemen untuk memandang literasi finansial dalam cakrawala yang jauh lebih luas. Agenda besar yang sedang diletakkan fondasinya ini bukanlah sekadar program periodik semata, melainkan sebuah gerakan kebudayaan baru. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif yang bijak dalam mengelola keuangan, bukan berupa gerakan moralisme yang terkesan menggurui, karena bangsa yang besar dicirikan oleh masyarakatnya yang cerdas dalam mengelola rantai sumber dayanya.
Kemeriahan edukatif di Jogja Expo Center ini dipastikan masih akan terus berlanjut hingga dua hari ke depan, tepatnya pada 23 dan 24 Mei 2026. Menariknya, seluruh rangkaian acara ini dibuka secara gratis dan terbuka lebar untuk masyarakat umum. Pengunjung dapat mengakses berbagai program unggulan mulai dari Business Talk, Educational Class, Career Corner bagi para pencari kerja, hingga panggung hiburan Music Live Concert.
Panggung Business Talk dipastikan bertabur bintang ekonomi dengan kehadiran jajaran tokoh puncak nasional, sebut saja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria. Bobot diskusi kian solid dengan konfirmasi kehadiran para nakhoda perbankan nasional, seperti Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam sesi diskusi panel strategis.
Sebagai penutup yang sempurna, JFF 2026 mengawinkan edukasi berat dengan hiburan berkelas. Festival ini bakal diguncang oleh panggung musik megah dari deretan musisi legendaris dan grup band papan atas tanah air, mulai dari romansa Juicy Luicy, entakan Ndarboy Genk, pesona Happy Asmara, hingga aksi panggung spektakuler Ari Lasso, yang diperkuat dengan gelaran comedy show dari para komedian terkemuka Indonesia. (*)
---
