Hadiri Open House, Bupati Kebumen Beri Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Doa seorang ibu menjadi kekuatan ketika anaknya sedang menghadapi kesulitan.

Hadiri Open House, Bupati Kebumen Beri Motivasi Siswa Sekolah Rakyat
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen menyambut kunjungan Bupati Kebumen Lilis Nuryani. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, setiap anak dari strata sosial ekonomi apa pun berhak dan berpeluang menjadi anak yang sukses dan menjadi pemimpin.

“Semangat meraih cita-cita untuk masa depan harus ada pada setiap siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen,” ujarnya pada Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kebumen, Sabtu (20/6/2026).

Selain memberikan motivasi, Lilis Nuryani juga mengajak orang tua dan siswa SRT untuk saling mendukung mencapai masa depan yang dicita-citakan. Ini merupakan awal dari sebuah perjalanan untuk meraih cita-cita, membangun masa depan dan membuktikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.

"Anak-anakku yang saya sayangi, saya ingin kalian percaya pada satu hal. Tidak ada anak yang terlahir untuk gagal. Yang membedakan seseorang bukanlah dari mana ia berasal, melainkan seberapa besar kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah,” pesan Lilis Nuryani di hadapan siswa dan orang tua siswa.

Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen berprestasi. (istimewa)

Lilis meminta jangan pernah merasa minder. Jangan pernah merasa keadaan keluarga menjadi penghalang untuk bermimpi. Banyak orang sukses lahir dari keluarga sederhana. Mereka berhasil karena memiliki semangat belajar, disiplin, dan tekad yang kuat.

“Sekolah Rakyat hadir untuk membuka jalan itu. Negara ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” katanya.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun. Hormati guru. Sayangi teman-teman. Bangun karakter yang baik, karena kecerdasan akan menjadi lebih bermakna apabila disertai akhlak yang mulia,” lanjutnya.

Bupati menyatakan perlunya membangun semangat. “Mulai hari ini, jangan pernah berkata Saya tidak bisa. Ubahlah menjadi, Saya akan belajar sampai saya bisa. Itulah semangat yang ingin kita bangun," kata Lilis Nuryani.

Masa depan

Kepada orang tua siswa, Lilis mengakui tidak mudah menjadi orang tua. Ada yang bekerja sejak pagi. Ada yang harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Semua itu dilakukan demi melihat anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

"Saya mengajak Bapak dan Ibu, mari terus dampingi putra-putri kita. Kalau mereka berhasil, peluk dengan bangga. Kalau mereka belum berhasil, peluk dengan lebih erat,” pintanya.

Anak-anak yang percaya diri biasanya lahir dari keluarga yang selalu memberikan dukungan. "Jangan pernah lelah mendoakan mereka. Barangkali ada doa seorang ayah yang membuka jalan bagi masa depan anaknya," kata Lilis.

Ada doa seorang ibu yang menjadi kekuatan ketika anaknya sedang menghadapi kesulitan. “Doa orang tua adalah bekal yang tidak pernah habis menguatkan langkah anak-anak kita,” tandasnya.

Ingat guru

Kepada Tenaga Kependidikan, dia berpesan anak-anak mungkin akan lupa pelajaran yang pernah diberikan. Tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana gurunya memperlakukan mereka.

Mereka akan ingat guru yang menyemangati. Guru yang mendengarkan. Guru yang percaya bahwa setiap anak memiliki potensi. Saya berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen menjadi rumah yang nyaman. Rumah yang menghadirkan harapan. Rumah yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, disiplin dan berakhlak mulia.

“Anak-anakku, Ibu percaya, beberapa tahun dari sekarang, dari ruangan ini akan lahir dokter, guru, perawat, pengusaha, atlet, anggota TNI, Polri, pemimpin, bahkan mungkin menjadi bupati,” ungkapnya.

Kepala SRT 44 Kebumen, Tri Puji Astuti, mengatakan meskipun sekolah yang dipimpinnya baru beroperasi setahun tapi sejumlah siswa telah berprestasi. Bakat anak anak senantiasa terus dikembangkan guru asuh dan wali asuh.

Pelayanan gratis

"Tidak ada pendaftaran siswa baru di Sekolah Rakyat," kata Tri Puji Lestari. Siswa sekolah Rakyat diperoleh dari Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Siswa memperoleh pelayanan gratis, sebagian besar kebutuhan hidup dan belajar mengajar. Kebutuhan hidup dan belajar siswa dicukupi dari anggaran Kementerian Sosial.

Pengamatan koranbernas.id, sebagian besar siswa di acara Open House menunjukkan bakatnya. Dari baris berbaris, hingga paduan suara.  Beberapa siswa masih perlu pendampingan psikologis yang lebih.

Menurut Tri, rasa rindu dengan orang tua dan adik-adiknya menjadi salah satu masalah. Meskipun sekolah memberi waktu orang tua berkunjung ke sekolah dua pekan sekali, rasa rindu seringkali muncul. Jika terjadi demikian, wali asuh memberi fasilitas untuk video call dengan orang tua dan saudara kandung.

Wartawan koranbernas.id bertemu seorang siswa kelas 7 atau kelas 1 SMP. Awalnya terlihat murung sulit diajak bicara. Setelah bertemu adiknya dan  bersenda gurau berubah ceria. Sepertinya rasa rindu dengan keluarganya, menjadi masalah tersendiri bagi sebagian kecil pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen. (*)