Menlu Sugiono Ingin Tapak Suci Bawa Misi Kebudayaan Indonesia

Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai salah satu perguruan historis sudah sewajarnya memiliki sebuah padepokan.

Menlu Sugiono Ingin Tapak Suci Bawa Misi Kebudayaan Indonesia
Menlu RI Sugiono bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan tamu undangan saat menghadiri Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Sabtu (20/6/2026), di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI yang juga Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sugiono, menghadiri Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Sabtu (20/6/2026), di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Selain merasa terhormat dilibatkan dalam kegiatan yang mulia itu, Menlu Sugiono menyatakan Tapak Suci Putera Muhammadiyah sebagai salah satu perguruan historis sudah sewajarnya memiliki sebuah padepokan. Ke depan, dia ingin Tapak Suci membawa misi-misi kebudayaan Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya Padepokan Tapak Suci maka akan meningkatkan prestasi Pencak silat Indonesia,” ungkapnya pada acara yang juga dihadiri Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sinarbiyat Nujanat, Dirintelkam Polda DIY, Ketua PWM DIY Ikhwan Ahada, jajaran PDM Kota Yogyakarta, Rektor UAD serta Rektor UNISA.

Menurut Sugiono, pembangunan padepokan tersebut sejalan dengan program PB IPSI. Tapak Suci dapat mengambil peran penting memperkuat aspek pembentukan mental generasi penerus.

Penyambutan tamu kehormatan Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. (istimewa)

Sebagai wujud dukungannya, Sugiono mengumumkan komitmen PB IPSI untuk menyumbangkan dana Rp 5 miliar guna mempercepat proses pembangunan padepokan supaya cepat berfungsi. Apalagi, pembangunan padepokan itu merupakan amanat Muktamar Tapak Suci.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menambahkan, di Muhammadiyah tidak dikenal peletakan batu pertama maupun batu terakhir melainkan setiap membangun diniatkan supaya berguna untuk umat.

“Budaya gotong royong dalam membangun di Muhammadiyah selalu diutamakan maka setiap membangun pasti memberikan kesempatan kepada warga persyarikatan berkontribusi dalam bentuk apapun,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum PP Tapak Suci M Afnan Hadikusumo menyampaikan bermodal niat yang kuat serta keyakinan akan kekuatan jamaah maka Tapak Suci dapat mewujudkan impian memiliki padepokan di kota kelahirannya.

Ekspansi 

Menurut Afnan, Tapak Suci kini berkembang pesat di 36 provinsi dan 24 negara termasuk rencana ekspansi terbaru ke Irak. Di Suriah, lanjut dia, kader Tapak Suci bahkan diakui oleh pemerintah setempat.

"Kemarin saya dilapori yang dari Tapak Suci itu diterima menjadi polisi itu enam orang, kemudian yang jadi tentara di Suriah itu tujuh orang," kata dia.

Ketua Panitia Pembangunan Padepokan Tapak Suci, Ahmad Jam’an, melaporkan padepokan ini dibangun di atas tanah milik Muhammadiyah di Kotagede. Luas bangunan 1.400 m² terdiri tiga lantai.

Menariknya, gedung ini dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang mencakup Gedung Olahraga (GOR) dengan kapasitas 1.000 penonton dan dua gelanggang pertandingan.

Ada juga ruang serbaguna untuk kegiatan pernikahan, manasik haji hingga olahraga lain seperti basket dan tenis. Tak ketinggalan, dilengkapi pula klinik, ruang loker dan mushala. Adapun biaya biaya pembangunan diperkirakan Rp 20 miliar dengan target sekitar dua tahun. (*)