Polident Menginisiasi Program Donasi Gigi Tiruan Gratis

kendala biaya menjadi faktor utama rendahnya penggunaan gigi tiruan.

Polident Menginisiasi Program Donasi Gigi Tiruan Gratis
Kampanye Balikin Senyum di Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Masalah kesehatan gigi di Indonesia ternyata lebih serius dari yang dibayangkan. Data mengejutkan terungkap lebih dari 91 persen masyarakat tidak mengunjungi dokter gigi dalam setahun terakhir, meski 21 persen menghadapi masalah kesehatan gigi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Merespons kondisi ini, Polident, merek perawatan gigi tiruan dari Haleon, meluncurkan kampanye #BalikinSenyum dengan dua terobosan inovatif, Kamis (14/11/2024), di Phoenix Hotel Yogyakarta.

"Hanya 3,1 persen masyarakat yang menggunakan gigi tiruan, padahal masalah ini berdampak signifikan pada fungsi sehari-hari, seperti berbicara, makan, hingga interaksi sosial," ungkap Dhanica Mae Tiu, General Manager Haleon Indonesia, saat peluncuran kampanye tersebut.

Data Kementerian Kesehatan 2023 membantah anggapan bahwa kehilangan gigi hanya dialami lansia. Faktanya, 18 persen  kasus terjadi pada usia 35-44 tahun, 26,4 persen pada usia 45-54 tahun, 37,2 persen pada usia 55-64 tahun dan 46,5 persen pada usia 65 tahun ke atas.

Dhanica menjelaskan, kendala biaya menjadi salah satu faktor utama rendahnya penggunaan gigi tiruan. "Biaya pembuatan gigi tiruan berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per gigi, jumlah yang tidak terjangkau bagi sebagian masyarakat," jelasnya.

Terobosan teknologi

Merespons tantangan tersebut, Polident meluncurkan POLINA, asisten digital berbasis AI pertama di Indonesia yang dapat diakses melalui WhatsApp untuk konsultasi perawatan gigi tiruan secara gratis.

"POLINA dilatih dengan materi kesehatan gigi yang terkurasi sesuai praktik di Indonesia dan menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami," terang Dhanica.

Selain inovasi digital, Polident juga menginisiasi program donasi gigi tiruan gratis melalui dua mekanisme. Pertama, program buy-to-donate bekerja sama dengan Kimia Farma Apotek, di mana setiap pembelian produk Polident berkontribusi pada donasi gigi tiruan. Kedua, donasi langsung melalui platform Kitabisa.com.

Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Junus Koswara, menyatakan dukungannya melalui jaringan 1.245 apotek, 370 klinik dan 75 laboratorium yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. "Kami memiliki 6.500 karyawan apotek yang siap mendukung edukasi masyarakat Indonesia melalui ruang konsultasi farmasi," ujarnya.

Peroleh dukungan

Kampanye ini memperoleh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY dr Gregorius Anung Trihadi MPH mengungkapkan, data SKI 2023 menunjukkan biaya perawatan kesehatan gigi menjadi salah satu yang tertinggi.

“Kami mengapresiasi inisiatif Haleon Indonesia yang didukung PDGI, FKG UGM dan Kimia Farma dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat," ujarnya.

Prof Dr drg Titik Ismiyati dari PDGI Yogyakarta menambahkan, gigi tiruan tidak hanya membantu memperbaiki kemampuan berbicara dan mengunyah, tetapi juga menjaga bentuk wajah dan mendistribusikan tekanan kunyah secara merata.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, turut memberikan dukungan.  "Peluncuran teknologi AI POLINA dan kampanye #BalikinSenyum akan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi tentang gigi tiruan. Semoga ini membawa dampak positif bagi kualitas layanan kesehatan gigi di Indonesia," harapnya.

Target dan capaian

Tahap awal program ini menargetkan 500 penerima manfaat di tiga wilayah dengan proporsi penduduk lansia tertinggi nasional yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (16,02 persen), Jawa Tengah (15,05 persen) dan Jawa Timur (15,57 persen). Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 11,75 persen.

Program ini telah menerima respons positif dengan lebih dari 7.000 donasi dari seluruh Indonesia. "Kampanye #BalikinSenyum bukan sekadar inisiatif kesehatan, tetapi juga gerakan sosial yang menyampaikan pesan bahwa kesehatan adalah hak semua orang," tegas Koswara.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat menyalurkan donasi melalui laman https://kitabisa.com/campaign/balikinsenyum.

Ke depan, Polident berencana memperluas jangkauan program ini ke kota-kota lain di Indonesia dan mengintegrasikan layanan tele-dentistry untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi. (*)