Capaian PBB P2 Tahun 2024 Melebihi Target, Pemkab Sleman Beri Penghargaan

BKAD Sleman memberikan penghargaan kepada aparatur di kapanewon, kalurahan maupun padukuhan yang wilayahnya lunas PBB P2 sebelum jatuh tempo.

Capaian PBB P2 Tahun 2024 Melebihi Target, Pemkab Sleman Beri Penghargaan
Pemkab Sleman memberikan Penghargaan Lunas PBB P2 untuk padukuhan, kalurahan dan kapanewon, Kamis (14/11/2024). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus melakukan dan meningkatkan pelaksanaan intensifikasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan Tim Intensifikasi PBB P2 di tingkat kapanewon, kalurahan dan padukuhan.

Muh Yunan Nurtrianto selaku Kepala Bidang Penagihan dan Pengembangan BKAD Kabupaten Sleman mengatakan intensifikasi penagihan yang tercatat lunas PBB P2 sampai dengan jatuh tempo pembayaran tanggal 30 Juni 2024 adalah sebanyak 679 padukuhan, 37 kalurahan dan 4 kapanewon yaitu Kapanewon Moyudan, Cangkringan, Seyegan dan Turi.

“BKAD Sleman memberikan penghargaan kepada aparatur di kapanewon, kalurahan maupun padukuhan yang wilayahnya telah lunas PBB P2 sebelum jatuh tempo,” ungkap Muh Yunan Nurtrianto pada acara pemberian Penghargaan Lunas PBB P2 untuk Padukuhan, Kalurahan dan Kapanewon di RM Genduk Wulan, Seyegan Sleman, Kamis (14/11/2024).

Pemberian penghargaan direncanakan tiga kali yaitu 14 November 2024 untuk Sleman Barat, 18 November 2024 untuk wilayah Sleman Tengah, dan 19 November 2024 untuk wilayah Sleman Timur.

Lebih tinggi

Menurut Yunan, Pemkab Sleman telah menargetkan pendapatan dari PBB P2 tahun 2024 sebesar Rp 80,4 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu yaitu di angka Rp 79,4 miliar.

“Sampai saat ini sudah terealisasi Rp 80,8 miliar. Alhamdulillah, sudah melewati target. Semua atas dasar kerja sama dengan aparatur kalurahan juga,” tegasnya.

Yunan menambahkan, BKAD terus berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat melakukan pembayaran PBB P2.

“Melalui intensifikasi yaitu penagihan secara masif melibatkan teman-teman perangkat di padukuhan, kalurahan dan kapanewon, serta ekstensifikasi dengan cara pendataan ulang terhadap bangunan-bangunan wajib pajak yang bernilai komersial tinggi seperti mall dan SPBU,” katanya.

Apresiasi

Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo yang menyerahkan langsung penghargaan secara simbolis menegaskan penghargaan adalah bentuk apresiasi Pemkab Sleman terhadap Tim Intensifikasi Padukuhan, Kalurahan dan Kapanewon serta para wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya sebelum jatuh tempo.

“Partisipasi anda sekalian telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sleman,” kata Kusno.

Kusno berharap, kegiatan ini dapat menjadi sarana memotivasi dukuh, lurah dan panewu sebagai tim intensifikasi PBB yang terdepan dan paling dekat dengan wajib pajak dalam mendorong lunas PBB di wilayahnya secara tepat waktu.

“Keberadaan pajak bumi dan bangunan ini merupakan salah satu sumber pendanaan bagi Pemkab Sleman dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan daerah,” kata Kusno.

Berinovasi

Dia berharap masyarakat dan perangkat desa bekerja sama menyukseskan pencapaian PBB Sleman. Kusno juga mengimbau aparat kalurahan yang menangani PBB bersikap proaktif dan berinovasi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan berbagai inovasi kemudahan pembayaran PBB saat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemenuhan PBB P2. (*)