Lebih dari 5 Ribu Pelari Mengikuti Bantul Fun Run 2026
Satu rangkaian dengan event tersebut diresmikan mini jogging track yang mengitari lapangan Paseban.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Lebih dari 5 ribu pelari mengikuti Bantul Fun Run (BFR) 2026 dengan start dan finish di Lapangan Paseban, Minggu (5/7/2026) dan dilepas Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih.
Satu rangkaian dengan event tersebut diresmikan mini jogging track yang mengitari lapangan Paseban.
Bupati bersama tokoh olahraga DIY GBPH Prabukusumo, Sekda Bantul Agus Budi Raharjo dan para pejabat mencoba jogging track yang dicat hijau kombinasi kuning cerah tersebut.
Dua kegiatan ini menjadi rangkaian acara menyambut Hari Jadi ke-195 Bantul yang puncaknya 20 Juli mendatang.
Peresmian mini jogging track oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
"Kita hari ini menyaksikan ada 5.000 lebih pelari dari berbagai usia dan dari berbagai daerah mengikuti Bantul Fun Run 2026. Jumlah ini terbanyak selama penyelenggaraan BFR di tahun-tahun sebelumnya," kata bupati.
Diharapkan event ini semakin memasyarakatkan olahraga, meningkatkan derajat Kesehatan serta ekonomi karena di lokasi BFR juga tersedia tenant yang menjual berbagai produk olahan Bantul.
Event BRR diharapkan pula menjadi ajang untuk mengenalkan segala potensi yang ada di Kabupaten Bantul termasuk potensi dan sarana olahraga serta menjaring bibit atlet berkualitas.
"Untuk mini jogging track yang diresmikan dibuat menggunakan beton berkualitas dan menyerap air dengan lintasan pendek khusus bagi anak anak dan lansia. Yang lintasan lebih panjang kita akan bangun di Lapangan Trirenggo. Kita rencanakan pula jogging track dibangun di setiap kecamatan, minimal ada satu," kata bupati.
Sebagian dari peserta Bantul Fun Run (BFR) 2026 berlari penuh semangat dan ceria. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Abdul Halim Muslih berharap dengan adanya jogging track di Kabupaten Bantul akan memberikan sarana bagi masyarakat untuk berolahraga agar tidak lagi lari ataupun berjalan di jalan raya.
"Tujuannya untuk menghirup udara segar tapi karena banyak kendaraan maka menghirup udara yang terkena polusi," kata bupati. (*)
Sariyati Wijaya
