Komitmen PDAM Tirta Perwitasari Purworejo: Pastikan Bekas Galian Pipa Kembali Mulus Seperti Semula
PDAM Tirta Perwitasari Purworejo menjamin pengembalian kondisi jalan bekas galian pipa air. Gunakan aspal standar khusus DPU untuk pastikan keamanan pengguna jalan pasca perbaikan kebocoran
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo menegaskan tanggung jawab penuhnya terhadap setiap dampak pekerjaan lapangan.
Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, menjamin bahwa seluruh galian jalan yang dilakukan untuk perbaikan pipa maupun penanganan kebocoran akan dikembalikan ke kondisi semula guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jalan di wilayah Purworejo.
Penegasan ini merespons aktivitas penggalian yang belakangan intens dilakukan di beberapa titik jalan beraspal. Hermawan menjelaskan, penggalian merupakan prosedur wajib untuk mendeteksi lokasi pasti kebocoran pipa di bawah tanah.
“Kami terus memantau titik-titik kebocoran air. Begitu tertangkap sinyal kebocoran, tim langsung bergerak. Prioritas kami adalah segera menutup dan merapikan kembali area galian setelah perbaikan selesai,” ujar Hermawan saat ditemui di kantornya, Selasa (28/4/2026).
Direktur PDAM Tirta Permatasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo. (w asmani/koranbernas.id)
Teknologi Deteksi Luar Negeri dan Aspal Standar Khusus
Dalam menjaga efisiensi distribusi air, PDAM Purworejo kini didukung alat deteksi kebocoran canggih bantuan dari luar negeri. Salah satu keberhasilan terbaru adalah penanganan kebocoran di Kelurahan Pangen Jurutengah, mulai dari jalur belakang asrama polisi Vanlar hingga kawasan Pangen.
Selain penanganan kebocoran mendadak, PDAM juga melakukan perawatan rutin pada pipa-pipa tua peninggalan tahun 1978, seperti di jalur Tuksongo hingga depan Gedung DPRD Purworejo, dengan mengganti komponen sambungan yang aus menggunakan material PVC dan HDPE.
Terkait kualitas pengembalian jalan, Hermawan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak main-main. PDAM Purworejo melakukan pemesanan aspal khusus dari Yogyakarta atas rekomendasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar spesifikasinya sesuai dengan aspal yang ada di Kabupaten Purworejo.
Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari penutupan sirtu (pasir batu) hingga menunggu material mengeras sebelum akhirnya dilakukan pengaspalan permanen. Upaya ini memastikan bahwa infrastruktur publik tetap terjaga kualitasnya meski harus melalui proses perbaikan jaringan air yang vital bagi masyarakat. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
