Bukan Sekadar Menu di Piring, Program MBG Jadi Uji Nyali Kesiapan Negara
Anggota DPR RI Azis Subekti tegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kunci ketahanan pangan, lapangan kerja baru, dan investasi SDM unggul sesuai Asta Cita
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini bukan lagi sekadar wacana di sekolah-sekolah, melainkan sebuah orkestrasi besar yang sedang menguji ketangguhan sistem pemerintahan Indonesia. Anggota DPR RI Dapil VI Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa MBG adalah manifestasi nyata kehadiran negara dalam menjamin hak gizi anak sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.
Menurut Azis, keberhasilan program ambisius ini tidak boleh hanya diukur dari apa yang tersaji di depan siswa, melainkan dari sejauh mana koordinasi antara pusat dan daerah berjalan tanpa celah.
“Di sinilah peran negara diuji. Badan Gizi Nasional (BGN) menjaga standar, sementara pemerintah daerah memastikan eksekusinya presisi setiap hari,” ungkapnya dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Dari Kedaulatan Pangan Hingga Serapan Tenaga Kerja
Lebih dari sekadar isu kesehatan, MBG merupakan mesin ekonomi baru bagi wilayah perdesaan dan kecamatan. Azis memaparkan bahwa satu dapur mandiri berkapasitas 2.500 porsi mampu menyerap hingga 40 tenaga kerja lokal. Jika sebuah daerah mengoperasikan puluhan dapur, maka ribuan lapangan kerja baru tercipta secara instan, terutama bagi perempuan dan kelompok usia produktif di sektor informal.
Selain itu, program ini menciptakan permintaan pasar yang stabil bagi petani, nelayan, dan UMKM lokal. Dengan prioritas bahan baku setempat, rantai pasok pangan daerah menjadi lebih kokoh dan berdaulat. Menariknya, jaringan dapur MBG ini juga diproyeksikan sebagai sistem logistik siap pakai dalam situasi darurat.
“Jika terjadi bencana seperti banjir atau gempa, dapur MBG bisa langsung dialihfungsikan menjadi dapur umum yang cepat dan aman, berkoordinasi dengan BPBD,” tambah Azis.
Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas
Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembangunan manusia unggul dan penguatan ketahanan pangan. Secara anggaran, MBG mendorong APBD untuk lebih fokus pada belanja yang berdampak langsung pada kualitas SDM. Meskipun hasilnya tidak instan, perbaikan gizi ini merupakan investasi vital untuk menurunkan beban kesehatan nasional di masa depan.
“Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal memberi makan anak hari ini. Ini adalah tentang membangun sistem ketahanan pangan yang kuat dan masa depan bangsa yang lebih berdaulat,” pungkas legislator yang membawahi wilayah Purworejo tersebut. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
