Stasiun Yogyakarta Bergemuruh Saat Gol Menit ke-106

Di sela pertandingan, pengunjung menikmati beragam sajian khas.

Stasiun Yogyakarta Bergemuruh Saat Gol Menit ke-106
Suasana nobar piala dunia di halaman Stasiun Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Sejenak Hall Timur Stasiun Yogyakarta hening. Hingga 90 menit pertandingan final Piala Dunia 2026, tak satu pun gol tercipta dalam duel sengit Spanyol melawan Argentina. Ratusan pasang mata yang memadati area nonton bareng (nobar) hanya bisa menahan nafas, menunggu siapa yang akan memecah kebuntuan.

Momen yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-106 babak tambahan waktu. F Torres berhasil menjebol gawang Argentina dan membawa Spanyol unggul 1-0. Seketika suasana berubah. Sorak sorai, tepuk tangan dan teriakan kegembiraan bergemuruh memenuhi halaman timur stasiun, menandai lahirnya juara baru Piala Dunia 2026.

Sejak Minggu (19/7) malam hingga Senin (20/7) dini hari, Hall Timur Stasiun Yogyakarta memang dipadati warga dan wisatawan yang ingin menikmati laga puncak bersama. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta hanya menyiapkan kapasitas sekitar 200 orang, namun antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan.

Penonton terus berdatangan hingga jumlahnya diperkirakan melebihi 250 orang. Sebagian memilih duduk lesehan di atas tikar, sementara lainnya berdiri di sudut-sudut area agar tetap bisa menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa.

Atmosfer semakin hangat dengan kehadiran legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Mantan striker asal Magelang itu tak hanya melayani permintaan swafoto, tetapi juga berbagi pandangannya mengenai partai final.

"Begitu dikasih tahu acaranya di Jogja, saya langsung oke karena kampung saya di Magelang, jadi dekat. Saya bisa melihat pertandingan ini secara obyektif karena Spanyol maupun Argentina bukan tim favorit saya. Saya sebenarnya pendukung Italia, tetapi mereka tidak lolos," ujar Kurniawan.

Dia menilai Spanyol memang pantas keluar sebagai juara. Menurutnya, tim berjuluk La Roja tampil konsisten sepanjang turnamen dengan catatan tak terkalahkan dan pertahanan yang sangat solid.

Di sela pertandingan, pengunjung menikmati beragam sajian khas seperti nasi kucing, jagung rebus, kacang rebus, pisang rebus, wedang jahe hingga teh poci. Live music, permainan interaktif, tenant makanan dan minuman gratis, serta doorprize membuat suasana semakin hidup meski pertandingan berlangsung hingga dini hari.

Sambutan positif

Deputy EVP KAI Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti konsep nobar mendapat sambutan positif.

"Antusiasme masyarakat pada malam ini sangat luar biasa. Diperkirakan lebih dari 250 penonton ke Stasiun Yogyakarta. Ini menunjukkan masyarakat menyambut positif upaya KAI dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda dan lebih dekat dengan pelanggan," katanya.

Menurut Rahim, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan final Piala Dunia bersama, tetapi juga memperkenalkan berbagai layanan dan fitur terbaru aplikasi Access by KAI.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan nobar merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus upaya membawa pengalaman baru dalam menggunakan transportasi kereta api.

"Melalui kegiatan nonton bareng Final Bola Gembira 2026 ini, KAI Daop 6 ingin memberikan experience yang unik dan berbeda kepada pelanggan. Kami ingin semakin dekat dengan pelanggan sehingga perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menghadirkan momen yang berkesan," ujarnya.

KAI juga menggelar siaran final di kereta makan pada 14 perjalanan dari 10 layanan kereta api. Dengan begitu, pelanggan yang sedang bepergian tetap dapat mengikuti detik-detik lahirnya juara dunia, menjadikan perjalanan dengan kereta api sebagai bagian dari euforia pesta sepak bola terbesar di dunia. (*)