“Jemput Bola” ke Jakarta, Harda Usulkan Proyek Raksasa Infrastruktur 2026

Bupati Sleman Harda Kiswaya ajukan usulan infrastruktur 2026 ke Kementerian PU. Mencakup perbaikan jalan 490 km, relokasi Pasar Pakem, hingga revitalisasi Stadion Tridadi

“Jemput Bola” ke Jakarta, Harda Usulkan Proyek Raksasa Infrastruktur 2026
Harda Kiswaya ketika mengajukan usulan pembangunan infrastruktur kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk Tahun Anggaran 2026 pada Senin (27/4/2026), di kantor Kementerian PU, Jakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Langkah taktis diambil Pemerintah Kabupaten Sleman guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayahnya. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memimpin langsung jajarannya melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Tak tanggung-tanggung, sederet proyek infrastruktur strategis mulai dari perbaikan jalan ratusan kilometer hingga relokasi pasar tradisional diusulkan untuk masuk dalam kalender anggaran tahun 2026.

Dalam lawatan tersebut, Pemkab Sleman menyasar tiga direktorat jenderal sekaligus. Di Direktorat Jenderal Bina Marga, Harda mengajukan penanganan jalan rusak yang mencapai total 490 kilometer serta penggantian 6 unit jembatan yang sudah tidak layak.

Sementara di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), usulan difokuskan pada pengamanan wilayah melalui pembangunan 21 talud tebing sungai, peningkatan 58 jaringan irigasi, serta penambahan 5 embung baru untuk memperkuat ketahanan air di Bumi Sembada.

Revitalisasi Stadion Tridadi Hingga Relokasi Pasar Pakem

Sektor prasarana strategis juga menjadi sorotan utama. Pemkab Sleman mendorong relokasi Pasar Pakem yang saat ini dinilai sudah terlalu sesak dan tidak memadai bagi pedagang maupun pembeli. Selain itu, rencana revitalisasi besar-besaran terhadap Stadion Tridadi dan GOR Pangukan, serta pembangunan gedung perpustakaan daerah yang baru, turut disodorkan ke meja Kementerian PU demi meningkatkan kualitas layanan publik di Sleman.

Bupati Harda Kiswaya menyatakan apresiasinya atas respon positif dari pihak kementerian. Namun, ia menyadari bahwa perjuangan ini masih memerlukan koordinasi lintas sektoral yang intensif.

“Responnya sangat baik. Namun, kami harus menambah langkah-langkah koordinasi dengan kementerian terkait lainnya. Misalnya, untuk Stadion Tridadi saya akan ke Kemenpora, dan untuk pembangunan Pasar Pakem saya akan ke Kementerian Perdagangan,” tegas Harda usai pertemuan. Sinergi pusat dan daerah ini diharapkan mampu mengubah wajah Sleman menjadi lebih modern dan inklusif pada 2026 mendatang. (*)