Shafiyah Expo 2026 Gandeng BSI, Komoditas Halal Jadi Gaya Hidup

Shafiyah Expo 2026 juga menyelenggarakan rangkaian sesi edukasi dan talkshow interaktif bersama deretan pembicara dan tokoh nasional.

Shafiyah Expo 2026 Gandeng BSI, Komoditas Halal Jadi Gaya Hidup
Seremonial pembukaan Shafiyah Expo 2026 di JEC, Jumat (19/6/2026). Mengusung tema besar "Purity of Faith" event tersebut berlangsung tiga hari. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Kegiatan berskala nasional Shafiyah Expo 2026 digelar di Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema besar Purity of Faith event tersebut resmi dibuka Jumat (19/6/2026) oleh Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta, Wawan Harmawan.

Dalam sambutannya, Wawan menyatakan komoditas halal di Indonesia saat ini tidak lagi terkait agama melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) masyarakat. Ini karena prinsip halal antara lain berkaitan erat dengan standar kebersihan, kesehatan dan kualitas suatu produk.

Pemerintah Kota Yogyakarta menaruh harapan perhelatan Shafiyah Expo 2.0 yang merupakan bagian integral dari rangkaian acara komprehensif Shafiyah Journey 2.0 hasil inisiasi Majelis Ta’lim Shafiyah Shalehah itu ke depan dapat terus berekspansi dan diselenggarakan dalam skala yang jauh lebih besar.

Menurut Wawan, Yogyakarta perlu mengambil inspirasi dari kesuksesan pengelolaan festival halal terbesar dunia yang rutin digelar di Bangkok, Thailand. “Jadi kalau kita bisa menggarap satu program halal, bagaimana kita ke depan bisa menjadi kegiatan halal terbesar di Indonesia, seperti juga yang di Bangkok,” ujarnya.

Wawali Yogyakarta Wawan Harmawan saat meninjau stan BSI selaku sponsor utama Shafiyah Expo 2026 di JEC. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Guna mewujudkan ambisi tersebut, dia menyatakan pentingnya kolaborasi multisektoral di mana seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama secara simultan dan tidak berjalan sendiri-sendiri (parsial), sehingga sektor industri syariah ini mampu menjelma menjadi destinasi wisata baru yang integratif.

Secara khusus, Wakil Walikota memberikan apresiasi kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dinilai sangat agresif dan berkomitmen penuh mendukung kesuksesan acara ini. Dukungan tersebut diharapkan mampu mengeskalasi Shafiyah Expo 2026 menjadi sebuah pameran yang berdampak luas bagi perekonomian.

Terlebih lagi, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga tanggal 21 Juni 2026 ini memperoleh sokongan finansial dan strategis yang kuat dari sektor perbankan. Panitia pelaksana Shafiyah Expo 2026 secara resmi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk selaku sponsor utama perhelatan tersebut.

Perwakilan panitia, Betta Farah, menjelaskan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) turut serta memeriahkan ruang pameran. Selain menjadi ajang transaksi produk halal, expo ini juga diisi dengan program edukasi bisnis yang aplikatif serta berbagai sesi inspiratif bagi seluruh pengunjung yang hadir.

Wawali Yogyakarta Wawan Harmawan meninjau stan produk fashion di event Shafiyah Expo 2026. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sebagai informasi, Panitia Shafiyah Expo 2.0 ini bernaung di bawah koordinasi Majelis Ta’lim Shafiyah Shalehah, lembaga dakwah dan sosial yang berada di bawah binaan langsung Ustadz Dr Muhammad Abduh Tuasikal ST M Sc hafizhahullah.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jalinan kerja sama strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama menegaskan visi bersama kedua belah pihak. Kolaborasi ini dirancang sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong percepatan penguatan ekosistem ekonomi syariah serta pemberdayaan UMKM lokal agar naik kelas.

Sinergi tersebut juga diproyeksikan sebagai wadah inklusif bagi pengembangan usaha yang kondusif, meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat, serta memperluas penetrasi pasar dan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku industri kreatif, selain menghadirkan pameran produk dari berbagai sektor industri halal.

Shafiyah Expo 2026 juga menyelenggarakan rangkaian sesi edukasi dan talkshow interaktif bersama deretan pembicara dan tokoh nasional, di antaranya Deryansha Azhary (Kasisolusi), Okta Wirawan, Coach Yoso Lukito, Coach Wulan, Ustadz Raehanul Bahraen, Ustadz Ahmad Ubaidillah, Ustadz Kamil Ramadhan, Ustadz Khanif Muslim, Ustadz Erlan, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, dan Ustadz Khalid Basalamah.

Tak hanya fashion, Shafiyah Expo 2026 di JEC juga dimeriahkan beragam produk kuliner. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Para narasumber papan atas tersebut diharapkan mampu memberikan stimulasi berupa wawasan bisnis makro, strategi pengembangan diri, hingga inspirasi mendalam mengenai implementasi kehidupan Islami yang kontekstual bagi para peserta. Melalui integrasi kuat bersama BSI dan berbagai mitra, Shafiyah Expo 2026 diharapkan mampu menjadi titik temu antara aspek edukasi, bisnis, dan nilai spiritual yang memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi umat di Indonesia.

Sementara itu, Funding & Transaction Business Deputy PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Toni Budi Kartono, menyampaikan apresiasi kepada pihak panitia yang telah mempercayakan BSI sebagai official partner. Bagi BSI, penunjukan ini merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang sangat luar biasa.

Bagi BSI, Toni mengungkapkan momentum ini sekaligus menjadi kejutan tersendiri. Berdiri pada tahun 2021, bank syariah terbesar di Indonesia ini baru menginjak usia lima tahun, usia yang diibaratkan bagai anak yang baru memasuki Taman Kanak-Kanak (TK), namun mencatatkan progres performa bisnis yang impresif.

Pertumbuhan aset BSI meningkat secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir, mengantarkan bank ini menembus posisi lima besar dalam konstelasi perbankan nasional. Pencapaian ini sekaligus memantapkan posisi strategis BSI sebagai bagian resmi dari jajaran Bank Himpunan Milik Negara (Himbara). “Jadi kita sudah masuk ke jajaran lima besar dalam perbankan nasional,” kata Toni.

Nilai spiritual

Awal tahun ini, BSI juga mendapatkan penunjukan resmi dari pemerintah untuk masuk ke dalam kelompok Bank Himbara. “Sebelumnya kami anak Himbara. Awal tahun ini pemerintahan memberikan kepercayaan, BSI sudah dianggap layak untuk menjadi Himbara yang kelima,” ungkapnya.

Menurutnya, animo dan gerak laju pasar masyarakat Indonesia terhadap pemanfaatan perbankan syariah saat ini sangat masif. Inilah yang mendorong BSI secara aktif mendukung agenda-agenda publik yang memiliki korelasi kuat dengan nilai-nilai spiritual.

Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan yang tercermin melalui tiga pilar tagline utamanya, yakni sebagai Sahabat Finansial, Sahabat Sosial dan Sahabat Spiritual. “Kami dukung penuh kegiatan ini,” kata Toni.

Di sela-sela jalannya acara, Toni juga memberikan edukasi kepada publik mengenai peran strategis BSI yang tidak hanya bertindak sebagai institusi keuangan syariah, melainkan juga bertransformasi sebagai 'Bank Emas'. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui layanan komparatif layaknya bullion bank.

Potensi besar

Nah ini mungkin masih asing di masyarakat. Apa itu bullion bank, ya? Insyaallah ini bukan hal baru sebetulnya di luar negeri. Jadi bank emas ini yaitu bank yang seluruh basis perhitungan dan transaksinya didasarkan pada komoditas emas. Ya, ini memang baru di Indonesia sehingga masyarakat masih banyak yang belum paham,” katanya.

Menurut dia, ekosistem bank emas ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat dalam mengamankan nilai aset melalui investasi maupun transaksi harian. Melalui inovasi ini, emas tidak lagi sekadar menjadi instrumen tabungan pasif, melainkan sudah menjadi alat transaksi yang likuid dan sah melalui fasilitasi perbankan. (*)