Wabup Sleman Ajak Tim PKK Tekan Stunting hingga Kalurahan
Jangan lupa juga dengan penguatan layanan posyandu.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk menekan angka stunting dan TBC hingga tingkat Kalurahan. Wakil Bupati (Wabup) Sleman Danang Maharsa yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, kali ini melaksanakan diskusi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman untuk mensosialisasikan pencegahan stunting dan TBC, Kamis (18/6/206), di Rumah Dinas Bupati Sleman.
Danang Maharsa mengajak Tim Penggerak PKK sebagai mitra strategis agar menekan angka stunting hingga kalurahan serta mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini.
Masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari peran pengolahan asuh, peran pendidikan keluarga, ketahanan pangan hingga perbaikan sanitasi lingkungan.
“Untuk mencegah stunting tidak dilakukan saat ibu sudah mengandung, bahkan sudah harus kita lakukan jauh sebelum itu, yaitu sejak calon ibu masih dalam masa remaja. Hal ini penting untuk kita pahami,” kata Danang.
Penularan TBC
Begitu pula dengan TBC, Danang juga menyebut keluarga memiliki peran penting untuk memutus rantai penularan TBC. Untuk itu, Wabup menyebut sinergi dan kolaborasi TP-PKK Kabupaten hingga tingkat kalurahan memiliki kedudukan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Jangan lupa juga dengan penguatan layanan posyandu. Posyandu bisa menjadi media yang baik untuk menyampaikan edukasi kepada orangtua agar memahami langkah yang tepat untuk membangun keluarga yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Sleman, Parmilah Harda Kiswaya mengatakan angka prevalensi stunting di Kabupaten Sleman pada tahun 2025 sebesar 4,29 persen. Data ini menurun dari tahun 2024 yang mencapai 4,41 persen. Sedangkan untuk jumlah kasus TB pada tahun 2025 tercatat menyentuh angka 2.542 kasus.
“Meski begitu, bukan berarti kita harus lega dan menjadi lengah. Kita harus terus melakukan pencegahan stunting dan TB. Begitu juga dengan pendampingan terhadap keluarga yang terjangkit TB. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam menekan stunting dan TB,” kata Parmilah Harda Kiswaya. (*)
Nila Hastuti
