Pakualaman Ajak Warga Bernostalgia Lewat Permainan Tradisional
Bagian dari peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214.
KORANBERNA.ID, YOGYAKARTA -- Di tengah keseharian yang semakin lekat dengan layar gawai, Kadipaten Pakualaman mengajak masyarakat bernostalgia kembali menengok permainan-permainan tradisional yang pernah mewarnai masa kecil banyak generasi. Enggrang, lompat tali, hingga berbagai permainan rakyat akan memeriahkan gelaran PAsar Sewandanan pada 20-21 Juni 2026.
Agenda tersebut menjadi bagian dari peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214 yang tahun ini mengusung tema Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara, sebuah harapan akan lahirnya ketenteraman dan persatuan melalui rasa syukur serta kebersamaan.
Ketua Umum Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214, Bendara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro, mengatakan kegiatan tahun ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi berbagai generasi.
Menurut Bimo, sapaan akrabnya, masyarakat tidak hanya akan menemukan kuliner tradisional dan produk UMKM, tetapi juga dapat kembali memainkan aneka permainan rakyat yang kini mulai jarang ditemui.
Ekonomi kerakyatan
Bagi generasi yang tumbuh pada era sebelum internet, permainan-permainan tersebut mungkin mengingatkan kenangan masa kecil. Sementara bagi anak-anak masa kini, pengalaman itu menjadi kesempatan mengenal bentuk hiburan yang dahulu tumbuh di halaman rumah, lapangan kampung, hingga sudut-sudut kota.
PAsar Sewandanan bukan sekadar ruang nostalgia. Di balik suasana santai yang ditawarkan, terdapat upaya untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Lebih dari 40 pelaku UMKM akan terlibat dalam pasar rakyat tersebut, mulai dari penjual kuliner tradisional hingga pengrajin lokal.
"Memang tujuan kami mengadakan PAsar Sewandanan ini juga untuk membina UMKM. Dengan adanya pasar ini, kami berharap kegiatan ekonomi masyarakat tetap terjalin dengan baik," ujar Bimo.
Selain pasar rakyat, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun ini juga diwarnai berbagai kegiatan sosial. Sebelumnya, bakti kesehatan bagi ibu hamil dan balita stunting telah digelar di Girimulyo Kulonprogo.
Untuk pengabdian
Program khitanan gratis bagi anak-anak DIY juga akan dilaksanakan 18 Juni 2026 di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo. "Tahun ini kita khususkan untuk pengabdian kepada masyarakat," kata Bimo.
Sementara itu, panggung budaya akan menjadi penutup kemeriahan akhir pekan di Alun-Alun Sewandanan. Festival Jathilan, kelas membatik, campursari, hingga pentas kethoprak akan menghidupkan suasana selama dua hari pelaksanaan.
Salah satu yang menjadi perhatian Kadipaten Pakualaman adalah upaya menghidupkan kembali kesenian kethoprak yang kini semakin jarang dipentaskan. "Kami mencoba menampilkan kembali kethoprak karena memang di Yogyakarta kesenian ini sudah sangat jarang," katanya. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
