Penanaman Beringin Putih Awali Prosesi Lampah Dalu Lereng Merapi
Bagian dari upaya pelestarian tradisi, sekaligus bertepatan dengan Tahun Baru Islam atau 1 Sura.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri prosesi penanaman beringin putih dan pengambilan air Sendang Bagong sebagai rangkaian kegiatan Lampah Dalu Lereng Merapi 2026 yang diselenggarakan Kalurahan Hargobinangun di Omah Petroek, Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Danang didampingi Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito dan Romo Sindhunata melakukan penanaman pohon beringin putih serta pengambilan air dari Sendang Bagong, selanjutnya akan dikirab dalam prosesi Lampah Dalu Lereng Merapi.
Danang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan budaya yang menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat lereng Merapi, sekaligus bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam atau malam 1 Sura.
“Kawasan lereng Merapi bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang budaya dan spiritual yang sarat makna. Di sinilah nilai-nilai kearifan lokal tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Danang.
Penghijauan
Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program, antara lain penghijauan lahan kritis, bantuan bibit tanaman kepada kelompok masyarakat, pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
“Pemkab Sleman senantiasa mendukung kegiatan berbasis budaya, kami meyakini bahwa kekuatan budaya adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan. Mari lestarikan kekayaan budaya dengan penuh cinta dan kita wariskan lingkungan yang layak untuk generasi mendatang,” ujar Danang.
Sementara itu, Romo Sindhunata menjelaskan Lampah Dalu merupakan bagian dari Festival Budaya Lereng Merapi yang diselenggarakan bertepatan dengan malam 1 Sura. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat Hargobinangun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia sumber daya alam yang diberikan melalui kawasan lereng Gunung Merapi.
Menurutnya, masyarakat selama ini memperoleh manfaat besar dari kekayaan alam Merapi untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Karena itu, melalui penyelenggaraan Lampah Dalu, masyarakat diajak menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan upaya pelestarian lingkungan dan budaya.
“Gunung Merapi selama ini kita manfaatkan sumber-sumber alamnya untuk penghidupan sehari-hari.Acara ini menjadi wujud terima kasih sekaligus melestarikan budaya beserta alam lingkungan di kawasan lereng Merapi,” ungkapnya. (*)
Nila Hastuti
