Petugas Sensus Ekonomi 2026 Wajib Pakai Atribut Resmi

Data Sensus Ekonomi 2026 untuk kepentingan statistik, tidak untuk audit investigasi, kepentingan fiskal atau perpajakan.

Petugas Sensus Ekonomi 2026 Wajib Pakai Atribut Resmi
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Kepala BPS Klaten Cahyo Kristono saat pencanangan Sensus Ekonomi tahun 2026 di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (15/6/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klaten menerjunkan 1.113 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026. Petugas sensus yang mulai bertugas di lapangan mulai Senin (15/6/2026) wajib memakai atribut resmi berupa rompi, surat tugas dan tanda pengenal.

Kepala BPS Klaten, Cahyo Kristono, mengatakan SE 2026 merupakan kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian di Indonesia, termasuk Kabupaten Klaten.

Sensus Ekonomi 2026, kata dia, merupakan ke-5 sejak dilaksanakan tahun 1986. Hasil ini nanti menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi baik pusat maupun daerah.

"Tahapan Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan Mei dan berakhir Agustus 2026. Di bulan Mei fase penyusunan mandiri melalui link tautan atau website. Mulai 15 Juni 2026 ini kita masuk fase pendataan di lapangan dari rumah ke rumah untuk usaha dan keluarga," katanya pada acara Pencanangan Sensus Ekonomi tahun 2026 di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (15/6/2026).

Untuk statistik

Cahyo menegaskan, data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 untuk kepentingan statistik semata dan tidak digunakan untuk audit investigasi atau kepentingan fiskal atau perpajakan. Hasil sensus disajikan berbentuk tabel, ringkasan nasional, sektoral maupun regional.

Petugas sensus yang disebar melakukan pendataan di seluruh kecamatan sudah dibekali pelatihan terkait etika menjaga kerahasiaan data responden dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting karena tak hanya kemudian sekedar data, tapi data inilah yang berbicara.

"Tadi disampaikan Sensus Ekonomi ini diadakan sepuluh tahun sekali. Artinya, dalam sepuluh tahun ini Kabupaten Klaten berkembang seperti apa, arahnya seperti apa, ke depan kita mau jadi apa. Hasil sensus jadi sangat penting karena kemudian akan menjadi dasar pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang tujuannya dalam rangka mensejahterakan masyarakat," katanya.

Jadi kunci

Bupati menyatakan petugas sensus menjadi kunci. Karena, hasil data yang diperoleh akan menjadi dasar membuat kebijakan di Kabupaten Klaten ke depan.

"Kami berharap mitra sensus (petugas sensus) dalam mengambil data, berkomunikasi di wilayah agar berjalan serius, mendorong warga masyarakat agar memberikan data dengan baik dan benar," ujarnya. (*)