Pemkab Sleman Terus Membenahi Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Alokasi anggaran infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun 2026 melonjak signifikan.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman secara masif terus membenahi infrastruktur jalan desa/kalurahan guna mendorong memperluas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin ST MT, Selasa (12/5/2026), menyatakan jalan merupakan infrastruktur penting transportasi. Kerusakan jalan mengurangi kenyamanan dan keselamatan, karena itu pemeliharaan berkala diperlukan untuk menjaga kualitas jalan. Sebab jalan memiliki umur konstruksi yang harus dipelihara.
Guna merealisasikan visi bupati menciptakan konektivitas wilayah yang mumpuni melalui program Sleman Dalane Alus, langkah ini ditandai dengan alokasi anggaran infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun 2026 yang melonjak signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sukarmin mengungkapkan kenaikan anggaran ini menjadi instrumen vital untuk memperbaiki kondisi jalan kabupaten yang tersebar di 371 ruas. Kenaikan paling mencolok terlihat pada pos pembangunan jalan yang naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Keselamatan transportasi
“Anggaran tahun ini memang lebih besar. Kami fokus pada percepatan penanganan jalan agar kenyamanan dan keselamatan transportasi masyarakat terjamin,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Dijelaskan berdasarkan data riil DPUPKP Sleman, anggaran pembangunan jalan tahun 2026 mencapai Rp 45,4 miliar. Angka ini meningkat drastis dari tahun 2025 yang hanya berada di angka Rp 19 miliar.
"Dengan dana tersebut, Pemkab Sleman menargetkan pembangunan pada 11 ruas jalan dengan total panjang penanganan mencapai 11,80 kilometer," jelas Sukarmin.
Tidak hanya pembangunan jalan baru lanjutnya, sektor jembatan juga mendapatkan tambahan anggaran. Pihaknya mengalokasikan sebesar Rp 5,3 miliar untuk penggantian jembatan dan gorong-gorong, naik dari pagu tahun sebelumnya sebesar Rp 4,2 miliar. Peningkatan ini mencakup target penggantian 3 jembatan dan 14 titik gorong-gorong di seluruh wilayah Sleman.
Pemeliharaan berkala
Menurutnya, Dinas PU tetap memprioritaskan pemeliharaan berkala untuk menjaga kualitas aspal di jalur-jalur sibuk. Untuk pos ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 26,82 miliar dengan target penanganan jalan sepanjang 14,65 kilometer.
Sementara itu, pemeliharaan rutin jalan tetap terjaga pada angka Rp 26,8 miliar. Sukarmin menjelaskan sistem drainase dan material jalan yang menua menjadi tantangan utama, sehingga pemeliharaan rutin tetap menjadi agenda wajib agar kerusakan kecil tidak meluas menjadi lubang yang membahayakan pengguna jalan.
"Hal baru yang menjadi terobosan tahun ini adalah alokasi khusus untuk pemeliharaan jalan desa. Sesuai Perbup Nomor 16 Tahun 2026, Pemkab Sleman menganggarkan Rp8,6 miliar yang akan didistribusikan ke 86 desa di 17 kapanewon," jelas Sukarmin.
Menurut dia, setiap desa akan menerima kucuran dana Rp100 juta untuk perbaikan jalan desa yang diusulkan. Langkah ini bertujuan memperlancar mobilitas barang dan manusia di tingkat akar rumput.
Nila Hastuti
