Harda Harap Pengurus Baru Perwosi Sleman Hadirkan Inovasi
KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap kepengurusan baru Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) tingkat ranting se-Kabupaten Sleman periode 2026–2030 mampu menghadirkan inovasi, memperluas jangkauan kegiatan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan olahraga perempuan.
Harapan tersebut disampaikan Harda usai menghadiri pengukuhan Pengurus Perwosi tingkat ranting se-Kabupaten Sleman yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Minggu (28/6/2026). Pengukuhan dilakukan Ketua Umum Perwosi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya.
"Harapannya Perwosi dapat menjalankan perannya dalam melayani masyarakat dengan baik. Kalau masyarakat terlayani dengan baik, maka akan bisa mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman," kata Harda.
Menurut Harda, sinergi antara Perwosi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, KONI, organisasi perempuan, maupun masyarakat perlu terus diperkuat agar program-program pembinaan olahraga perempuan dapat menjangkau lebih luas.
Acara pengukuhan turut dihadiri Ketua Umum KONI DIY, Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, para panewu se-Kabupaten Sleman, pengurus Perwosi tingkat ranting, serta sejumlah tamu undangan.
Sementara itu, Ketua Umum Perwosi Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, mengatakan pergantian kepengurusan merupakan siklus organisasi yang dilakukan secara berkala sebagai upaya penyegaran sekaligus penguatan organisasi.
Menurut Parmilah, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar program kerja Perwosi semakin efektif dalam mendukung pengembangan atlet perempuan di Kabupaten Sleman.
"Kolaborasi dengan setiap pemangku kepentingan sangat perlu dilakukan agar program kerja organisasi dapat lebih efektif dalam mendukung pengembangan atlet perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Sleman," ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pengurus yang baru dikukuhkan terus meningkatkan kapasitas organisasi serta memiliki visi dan misi yang sejalan dengan tujuan Perwosi sehingga mampu mewujudkan program kerja secara optimal. (*)
Nila Hastuti
