Kamis, 21 Okt 2021,


tuah-bumi-animha-dan-emas-sepak-bola-putriTim Putri Papua merayakan kemenangan mereka pada partai final, Senin sore, di Stadion Katapal, Merauke. (istimewa)


Rosihan Anwar
Tuah Bumi Animha dan Emas Sepak Bola Putri

SHARE

KORANBERNAS.ID, MERAUKE -- Dukungan ribuan suporter yang selalu memadati Stadion Katapal, Merauke, menjadi suntikan moral bagi tim putri Papua pada perhelatan PON XX kali ini.


Kesebelasan putri Papua berhasil meraih medali emas pada penyelenggaraan cabang sepak bola putri, yang berakhir Senin (11/10/2021) sore, setelah menaklukkan rival terberat mereka, tim Jawa Barat (Jabar). Tuan rumah unggul tipis 1-0 atas Jabar lewat sepakan maut Liza Armanita Madjar di pertengahan babak kedua.


Anak asuh Priagung Dani Atmojo itu seperti mendapat tuah dari Bumi Animha, berkat dukungan luas masyarakat Merauke selama pertandingan. Arnold Wenas, salah satu penonton asal Merauke sempat terisak atas kemenangan Papua.

"Saya merasa bangga kami dapat juara. Puji Tuhan kami juara," katanya.


Walaupun tuan rumah juara, suasana ketika perayaan juara di dalam maupun di luar stadion Katapal Merauke tetap berlangsung kondusif.

Banyak warga yang tumpah ruah ke lapangan, pasca pengalungan medali, tak hanya untuk berswafoto dengan pemain tuan rumah, namun juga pemain tim putri Jabar dan Babel.

Slogan "Papua Tanah Damai" yang terpampang di mana-mana bersama dengan semboyan Izakod Bekai Izakod Kai (Satu Hati Satu Tujuan, red) bukan hanya sekadar jargon semata. Warga Merauke benar-benar mewujudkan kedamaian dan keramahan bagi kontingen.

"Saya merasa penyelenggaraan sepak bola putri di Merauke ini sangat-sangat baik. Kami mendapat pelayanan dan sambutan yang luar biasa selama di sini. Masyarakat dan panpel juga ramah kepada kami," ujar Ronny Remon, pelatih Jabar, ketika ditanya tentang kondisi Merauke.

Meski menghadapi tuan rumah di partai final yang keras dan menegangkan, tim putri Jabar tetap dapat bermain leluasa. Ini diakui sendiri oleh Ronny Remon.

"Selama bertanding pun kami tidak mendapat teror atau intimidasi. Jadi, masyarakat Merauke sangat luar biasa," jelasnya.

Manusia sejati

Merauke yang berjuluk Bumi Animha yang artinya "tanah manusia sejati" seperti menabalkan skuad putri Papua sebagai manusia sejati yang berhasil memberikan kebanggaan bagi masyarakat dan juga para pemain sendiri.

"Saya mengucapkan syukur atas Tuhan punya rencana. Ini semua bisa terwujud karena rencana Tuhan, kami hanya bekerja keras saja, semuanya kuasa Tuhan," tutur kapten kesebelasan Papua, Selly Wunungga.

Selly pun menilai dukungan dan kasih sayang warga Merauke, menjadi suntikan motivasi berharga bagi pasukan yang dilatih Priagung Dani Atmojo.

"Di sini kami punya banyak keluarga yang mendukung kami, seperti halnya di Jayapura. Dukungan dan doa masyarakat Merauke yang membuat kami mampu meraih hasil seperti ini," ujarnya.

Dukungan besar warga Merauke juga dirasakan oleh Priagung Dani Atmojo, pelatih tim tuan rumah. Berkat doa dan dukungan seluruh warga Papua, khususnya masyarakat Merauke, tim putri Papua berhasil mencatatkan sejarah baru.

"Kami mengaku bersyukur atas anugerah Tuhan karena dengan kehendak Tuhan kami bisa mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya penyelenggaraan cabang sepak bola putri, kami bisa juara dan meraih emas," ungkap Priagung.

"Kami juga mengungkapkan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat, khususnya warga Merauke yang telah mendukung kami semua," tandasnya. *



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini