All-Stars Kudus Juara "MilkLife Soccer Challenge All-Stars" 2026, 34 Talenta Terbaik Indonesia Siap Tampil di "SingaCup"
All-Stars Kudus mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 usai mengalahkan Jakarta lewat adu penalti. Sebanyak 34 pemain terbaik akan mewakili Indonesia di SingaCup 2026 Singapura
KORANBERNAS.ID, KUDUS–All-Stars Kudus kembali menegaskan dominasinya di pentas sepak bola putri usia dini nasional. Tim tuan rumah sukses mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 usai menaklukkan All-Stars Jakarta melalui drama adu penalti 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol pada partai final di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Keberhasilan tersebut sekaligus menutup rangkaian MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 yang berlangsung sejak 23 hingga 26 Juni. Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu kembali menegaskan diri sebagai salah satu fondasi pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia sekaligus melahirkan 34 pemain terbaik yang akan memperkuat Indonesia di ajang internasional SingaCup 2026 di Singapura.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut MilkLife Soccer Challenge menjadi contoh nyata kolaborasi berbagai pihak dalam membangun masa depan sepak bola putri Indonesia.
“PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang kita tidak lagi hanya bicara rencana, tetapi sudah bergerak melalui aksi nyata seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa dicapai lewat kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua,” ujar Erick.
Pembinaan Berjenjang Mulai Berbuah
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan kualitas pertandingan musim ini meningkat signifikan. Persaingan antarkota semakin merata, mental bertanding para pemain berkembang, sementara dukungan orang tua maupun sekolah juga terus bertambah.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi alasan utama penyelenggara memperluas jangkauan kompetisi pada musim mendatang.
“Pertandingan dari fase grup hingga final berlangsung jauh lebih kompetitif. Banyak pemain kini rutin berlatih di sekolah sepak bola karena ingin serius menekuni sepak bola. Itu menjadi modal penting sehingga musim depan kami menambah tiga kota penyelenggaraan, yakni Jayapura, Garut, serta membagi Jakarta menjadi dua regional,” kata Teddy.
Sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, sebanyak 34 pemain terbaik hasil talent scouting akan dibagi ke dalam dua tim kelompok usia U-12 dan U-14 untuk berlaga di SingaCup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 7 November mendatang.
Menurut Teddy, kesempatan tampil di level internasional menjadi bagian penting dalam mempercepat perkembangan pemain muda Indonesia.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menjelaskan proses seleksi pemain tidak hanya melihat kemampuan individu, tetapi juga kecerdasan bermain atau football intelligence.
“Kami mencari pemain yang mampu membaca permainan, cepat beradaptasi, mengatur tempo, dan mengambil keputusan yang tepat. Untuk pemain usia sekolah dasar, kemampuan seperti ini luar biasa. Kami optimistis tim yang terbentuk mampu bersaing di level internasional,” katanya.
Final Berjalan Dramatis
Partai final antara All-Stars Kudus melawan All-Stars Jakarta berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan namun disiplin pertahanan membuat pertandingan berlangsung tanpa gol selama waktu normal.
Kudus memperoleh peluang terbaik melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri, sedangkan Jakarta sempat mengancam lewat eksekusi Albianca Raula. Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat.
All-Stars Kudus tampil lebih agresif dengan pressing tinggi, sementara Jakarta mengandalkan serangan balik cepat. Namun hingga peluit panjang berbunyi skor tetap 0-0 sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan tersebut, kiper All-Stars Kudus, Queisha Sava Azzalfa, menjadi pahlawan setelah menggagalkan dua eksekusi penalti lawan. Kudus akhirnya menang 4-3 dan mempertahankan gelar juara.
“Kami memang rutin berlatih adu penalti sebelum final. Tadi pertandingannya panas, tetapi kami tetap fokus dan akhirnya bisa juara,” ujar Queisha.
Pelatih All-Stars Kudus Yayat Hidayat mengatakan keberhasilan timnya lahir dari kerja keras, latihan intensif, dan kekompakan pemain selama pemusatan latihan.
“MilkLife Soccer Challenge sangat membantu Indonesia mendapatkan bibit pemain sepak bola putri terbaik. Saya berharap kompetisi ini terus berlanjut,” katanya.
Di kubu lawan, pelatih All-Stars Jakarta Arifin tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.
Arifin mengaku memang tidak menyiapkan adu penalti.
“Bahkan beberapa pemain sempat menangis saat memilih penendang. Tapi saya tetap bangga dengan perjuangan mereka,” bebernya.
Pada perebutan tempat ketiga, All-Stars Surabaya mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 melalui gol Agnia Nurul Fadhila Rohman pada babak kedua.
Pelatih Sai Dong menilai pencapaian tersebut merupakan hasil perkembangan mental bertanding para pemain.
MilkLife Dukung Generasi Emas Sepak Bola Putri
Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengatakan peningkatan kualitas teknik, mental bertanding, dan sportivitas peserta menjadi bukti bahwa investasi pembinaan sepak bola putri mulai menunjukkan hasil nyata.
“Selamat kepada para juara dan pemain terbaik. Teruslah berlatih, jangan berhenti bermimpi, dan selalu membawa semangat #BeraniCetakGol. MilkLife berkomitmen mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pembinaan dan pemenuhan nutrisi yang tepat,” ujarnya.
Pemain Terpilih Optimistis Bersinar di SingaCup
Kapten All-Stars Samarinda, Adiba Sanas Primayuga, mengaku tidak menyangka terpilih memperkuat tim U-12 Indonesia di SingaCup. Ia mengaku sangat senang bisa berangkat ke Singapura dan optimistis bisa menjadi juara karena sudah saling mengenal selama mengikuti MLSC.
Hal serupa diungkapkan Euis Siti Farhatus Sa'adah yang masuk skuad U-14. Euis awalnya tidak menyangka akan terpilih. Namun begitu namanya masuk daftar, ia bertekad akan berjuang semaksimal mungkin agar bisa membawa tim menjadi juara. (*)
Daftar Juara "MilkLife Soccer Challenge All-Stars" 2026
Juara: All-Stars Kudus
Runner-up: All-Stars Jakarta
Peringkat III: All-Stars Surabaya
Best Goalkeeper: Syafira Azzahra (All-Stars Surabaya)
Best Player: Sabrina Dwi Ristiyana (All-Stars Kudus)
Top Scorer: Garneta Falentina Imelda (Malang), Giada Soebianto (Kudus), Ika Wonda (Solo), Nadia Shakila Azzahra (Yogyakarta), Rara Zenita Fatin (Kudus), dan Yumna Naziya Fina (Semarang), masing-masing mencetak empat gol.
Siaran Pers
