Juknis Porda DIY 2027 Terbit Maret, Cabor Kulonprogo Terancam Gugur
Cabang yang tidak memenuhi syarat keanggotaan tidak akan dipertandingkan.
KORANBERNAS.ID, KULONPROGO – Kabupaten Kulonprogo akan menjadi tuan rumah Porda DIY 2027. Namun, status tuan rumah itu sepertinya tidak bukan jaminan. Sebab, jika sampai Maret 2026 sejumlah cabang olahraga (cabor) Kulonprogo belum terdaftar resmi di KONI DIY dan tidak memiliki kepengurusan minimal di tiga kabupaten/kota, maka bisa gugur dari Porda DIY 2027, termasuk cabang yang selama ini sebagai lumbung emas.
Peringatan itu mengemuka saat audiensi di Ruang Sermo Kantor Pemkab Kulonprogo, Jumat (6/2/2026). Pada forum tersebut terungkap petunjuk teknis atau juknis Porda terbit sekitar Februari-Maret 2026, disusul ketentuan umum pada pertengahan Maret sebagai dasar penerbitan Technical Handbook (THB) Porda DIY 2026 yang akan mengunci seluruh skema pertandingan.
“Ketentuan umum keluar pertengahan Maret. Setelah itu THB disusun dan seluruh teknis terkunci. Cabang yang tidak memenuhi syarat keanggotaan tidak akan dipertandingkan. Titik,” ujar Prof Rumphis Agus Sudarko, Wakil Ketua Umum I KONI DIY.
Tanpa tedheng aling-aling dia menyatakan begitu THB terbit maka ruang tawar praktis tertutup.
Cabang unggulan
Adapun syarat keanggotaan yang dimaksud adalah terdaftar di KONI DIY serta aktif minimal di tiga KONI kabupaten/kota. Ketentuan ini menjadi alarm bagi Kulonprogo yang selama ini mengandalkan sejumlah cabang unggulan namun belum solid secara organisasi lintas daerah.
Pemkab Kulonprogo telah merehabilitasi GOR Cangkring, Stadion Cangkring dan GOR Gawok, namun demikian kelayakan akhir tetap menunggu rekomendasi teknis KONI DIY. Beberapa cabang bahkan diproyeksikan bertanding di UNY demi standar mutu.
Menanggapi itu, Bupati Kulonprogo Agung Setyawan menyatakan Porda tidak boleh berubah menjadi ajang gengsi proyek fisik. “Intinya pembinaan. Kalau sebuah keputusan hanya menguntungkan tuan rumah tapi merugikan masa depan atlet, itu harus ditolak. Porda wajib berjalan fair play dan profesional,” tegasnya.
Bupati juga meminta jadwal Porda disinkronkan dengan BK PON agar atlet tidak dipaksa memilih di antara dua kepentingan.
Potensial hilang
Sedangkan KONI Kulonprogo kini menghadapi hitungan minggu, bukan tahun. Tanpa konsolidasi cepat, sejumlah nomor potensial bisa hilang sebelum bertanding. Status tuan rumah tak akan menyelamatkan cabang yang lemah administrasi.
Hadir dalam pertemuan Ketua Umum KONI Kulonprogo Hamam Mutaqim, Wakil Ketua Umum I KONI DIY Prof Rumphis Agus Sudarko, Waketum II KONI DIY Nolik Maryono.
Dari jajaran pengurus KONI Kulonprogo hadir Master Zuharsono Azhari (Waketum I), Kusdira (Waketum II), Anung Marganto (Waketum III), Aris Nugraha (Waketum IV), Sekretaris Umum Eko Wisnu Wardhana, Wabendum Nur Aminingrum, Wakil Sekretaris Umum I Heru Sarjana, dan Wakil Ketua Umum III Subardi. (*)
Anung Marganto
