Lulus 100 Persen, Siswa SMK Musaba Pulang dengan Orang Tua

Banyak yang sudah diterima bekerja meski belum pengumuman kelulusan. 

Lulus 100 Persen, Siswa SMK Musaba Pulang dengan Orang Tua
Penyerahan SKL kepada siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- SMK Muhammadiyah 1 Bantul (SMK Musaba) melaksanakan penyerahan kembali peserta didik ke orang rua, Senin (4/5/2026), di sekolah Jalan Parangtritis Km 12 Manding Kalurahan Trirenggo Kapanewon Bantul.

Para siswa yang mengenakan setelan jas hitam itu pulang didampingi orang tua atau wali masing-masing. Sebelumnya, mereka dengan sabar mereka menunggu pengumuman kelulusan untuk kemudian dipanggil satu per satu menerima Surat Keterangan Lulus (SKL).

"Alhamdulillah seluruh siswa kelas XII dinyatakan lulus 100 persen," kata Harimawan S Pd T M Si, Kepala SMK Musaba, disambut rasa syukur.

total siswa yang lulus 458 orang terbagi lima Program Keahlian (jurusan)  yakni Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR)/Otomotif, Teknik Audio Video/Elektronik, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Komputer dan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Menjaga almamater

Harimawan menyampaikan ucapan selamat dan berpesan agar ilmu yang dipelajari selama sekolah bisa bermanfaat, untuk bekerja, membuka usaha ataupun melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya serta selalu menjaga nama baik almamater.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri, Slamet Raharjo S Pd, menambahkan siswa SMK Musaba banyak yang sudah diterima bekerja meski belum pengumuman kelulusan.

Mereka bekerja di sektor industri sesuai kualifikasi keahlian yang dimiliki.  Banyak di antaranya yang direkrut usai melaksanakan PKL. "Hari ini ada 20 siswa yang izin tidak datang karena mereka bekerja dan diwakili orang tua masing-masing," katanya.

Usai pengumuman para siswa kembali ke rumah bersama orang tua atau walinya dengan tujuan tidak ada yang melakukan konvoi ataupun tindakan lain yang merugikan.

Video dokumenter

Ketua Panitia, Muhammad Ridwan S Psi, mengatakan para siswa diberikan ruang untuk membuat video dokumenter kenang-kenangan pada 25 April silam.

 "Jadi kami sudah kontrak dengan panitia kelas XII pada kegiatan tersebut. Kita fasilitasi kreatifitas siswa, diwadahi dan terkoordinir. Mereka bebas tapi dalam koridor, karena kami menyadari anak-anak muda ingin mengekspresikan kebahagiaan," kata Ridwan.

Prosesi penyerahan kembali peserta didik ke orang tua diisi hiburan. Tampak hadir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY diwakili Sarjono MSi dari Balai Dikdasmen dan PNF, Pimpinan Daerah Muhammadiyah diwakili Drs H Saebani, Forkopinkap Bantul dan tamu undangan. (*)