Dies Natalis ke-26 PKBM Mandiri Bantul Bernuansa Jawa

Anak didik mengenal budayanya sendiri, tidak meninggalkan warisan budaya nenek moyang.

Dies Natalis ke-26 PKBM Mandiri Bantul Bernuansa Jawa
Kirab Gunungan Dies Natalis ke-26 PKBM "Mandiri" Kretek Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) "Mandiri" di Dusun Karen Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul menggelar acara Dies Natalis ke-26, Jumat (17/10/2025).

Sesuai tema Tingkatkan Pemahaman Budaya Bangsa dengan Gunungan, kegiatan ini dilaksanakan kental bernuansa Jawa. Baik busana yang dikenakan ataupun bahasa yang digunakan dalam acara tersebut.

"Jadi hari ini kita menggelar acara memang bernuansa tradisional Jawa dengan harapan anak-anak didik kita mengenal budayanya sendiri dan tidak meninggalkan warisan budaya nenek moyang," kata Yuli Sutanta, pengelola PKBM "Mandiri".

Kegiatan diawali dengan pertunjukan tarian anak. Dilanjutkan doa bersama lintas agama oleh Widantoro dari agama Hindu, Anastasya Suyah agama Katolik, Cakra Krisna agama Kristen Protestan dan K Satrio Mubarok dari agama Islam.

Doa lintas agama menandai Dies Natalis ke-26 PKBM "Mandiri" Kretek Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Setelah itu dilakukan pelepasan peserta kirab Gunungan hasil bumi oleh Staf Ahli Bupati Bantul, Gunawan Budi Santoso MH. Tampak mendampingi jajaran Forkopinkap Kretek.

Peserta kirab kemudian menyusuri jalan-jalan di Padukuhan Karen dengan iringan gamelan. Para siswa terlihat ada juga yang mengenakan seragam jathilan. "Kami akan senantiasa terus melestarikan budaya yang kita miliki jangan sampai hilang ditelan zaman," kata Yuli.

PKBM "Mandiri" saat ini memiliki 251 siswa yang terbagi Kejar Paket A setara SD, Kejar Paket B setara SMP dan Kejar Paket C setara SMA. Adapun jumlah pengajar atau tutor 36 orang.

Beragam alasan seseorang memilih bersekolah di lembaga pendidikan nonformal tersebut. Di antaranya karena dinilai waktu belajarnya lebih fleksibel. Selan itu, juga terkait berbagai problematika yang dialami seorang siswa saat menempuh pendidikan di jalur formal.

 Pentas tari anak memeriahkan Dies Natalis ke-26 PKBM "Mandiri". (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Banyak pula yang menjadikan PKBM sebagai pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan mereka karena tidak lagi dipandang sebelah mata.

Wakil Ketua Panitia Dies Natalis, Eko Suyanto, mengatakan kirab gunungan adalah salah satu wujud rasa syukur PKBM yang telah berusia 26 tahun. "Di PKBM selain pendidikan pada umumnya mereka juga diberikan life skill atau kecakapan hidup," kata Eko yang merupakan guru desain grafis tersebut.

Harapannya selain memiliki kecerdasan intelektual mereka juga memiliki kecakapan hidup yang bisa digunakan ke depan. Di antaranya lewat pelatihan membuat aneka kue, sablon, perbengkelan. (*)