Sulthan The Icon Indonesia Legawa Meskipun Tereliminasi
Mungkin belum rezeki, saya percaya pasti ada jalan.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Sulthan Fadhil Syahbal (15) The Icon Indonesia merasa legawa tidak bisa terus melaju di panggung besar SCTV. Sulthan tereliminasi dan hanya mampu bertahan di 16 besar ajang pencarian bakat The Icon Indonesia 2026, Senin (27/4/2026).
Rencana Sulthan mau pulang ke Purworejo sehari setelahnya namun urung karena Direktur SCTV menahannya. Sulthan justru diajak jalan-jalan dan makan-makan terlebih dahulu. Perjalanan pulang ke kota kelahiran, Minggu (3/4/2026), karena Senin (4/5/2026) Sulthan harus menjalani Asesmen Sumatif Akhir Jenjang.
Pemilik lagu Senyum Negeri Kecil itu saat diwawancara mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Purworejo yang telah mendukungnya sampai 16 besar.
"Saya mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Purworejo yang mendukung sampai 16 besar. Saya merasa senang bisa sampai 16 besar. Mungkin belum rezeki, saya percaya pasti ada jalan," kata Sulthan di rumahnya, Senin (4/5/2026).
Persaingan ketat
Meskipun tumbang di 16 besar, Sulthan merasa yakin ada kesempatan dan ada rezeki di tempat lain. Baginya, lolos 16 besar sudah keberkahan karena persaingan ketat dan materi sulit serta pelajaran semakin banyak. Tantangan terbesar yang dirasakan adalah mengatur waktu tidur dan santai, karena jadwal sangat ketat selama karantina.
Sulthan mengatakan keikutsertaannya dalam The Icon Indonesia awalnya ada yang memberitahu. "Awalnya ada yang ngasih tau tentang Icon Indonesia, terus nyoba daftar, alhamdulillah lolos dan mengikuti audisi zoom bisa masuk. Setelah itu masuk lagi audisi di Hotel Ibis Yogyakarta dan lolos lagi, kemudian masuk 24 besar," kata pelajar SMPN 2 Purworejo kelas IX itu.
Masuk 24 besar, Sulthan dikarantina dan mendapatkan briefing serta dikompetisikan grup A dan Grup B lolos. Sulthan dari 24 besar menjadi 16 besar dan dipindah ke grup A. Sulthan berhasil tampil di panggung megah SCTV dalam konser The Icon Indonesia.
"Saya merasa sudah memberi yang terbaik meskipun tubuh kurang fit dalam membawakan lagu Menghujam Jantungku dari Tompi. Lagu tersebut termasuk ada dalam daftarku dan lagu yang suka dinyanyiin," jelasnya.
Peroleh pengalaman
Lagu favoritnya tersebut dinyanyikan duet berdua dengan Alvin dari Sumba. Hasilnya Sulthan harus legawa berhenti di 16 besar. Anak nomor dua dari pasangan Fadhil Ali Syahbal dan Sulistyo Setyowati itu mengakui memperoleh pengalaman selama dalam asrama.
"Pengalaman di asrama asyik, setiap malam ada keluh kesah ada cerita bareng-bareng. Ada kenangan di asrama yaitu rasa kebersamaan. Kalau ada yang sedih kita sama-sama kuatin bareng-bareng," tambahnya.
Selama karantina Sulthan di bawah asuhan mentor Bunda Rika. Saat dirinya harus pulang sang mentor pun menangis dan kurang puas dengan keputusan juri. "Saya disuruh latihan piano, karena selama ini hanya latihan gitar. Disuruh menyempurnakan lagi biar bisa tembakkan nada yang pas dan bikin improv. Pesan Bunda Rika, saya disuruh bikin cover lagu-lagu," katanya.
Sebelum menandatangani kontrak, ibunda dari Sulthan mencemaskan ujian putranya. Berkat dukungan pihak sekolah dan manajemen The Icon Indonesia Sulthan lancar dalam mengikuti TKA di SMPN 82 Jakarta.
Kontrak 6 bulan
Sulthan bercita-cita melanjutkan SMA di Jakarta, karena lebih memudahkan mengembangkan karier. "Bunda Rika dan koreografer siap membantu jika saya bersekolah di Jakarta. Saya yakin bisa berkembang," ujar penggemar jazz itu.
Ditanya cita-cita Sulthan mengungkapkan ingin menjadi jaksa dan artis, jika dia mampu meraih keduanya. Terkait rencana ke depan, dia menyatakan belum ada. Sulthan dikontrak 6 bulan oleh SCTV, jadi belum boleh mengikuti ajang yang lain.
Pada kesempatan tersebut Sulthan mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Purworejo yang telah mendukungnya. Juga kepada orang tua, keluarga, guru dan teman-teman sekolah yang juga telah mendukung.
Dia berharap bisa mengikuti recall kembali ke panggung The Icon Indonesia untuk menampilkan kemampuan bernyanyinya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
