Sejarah Baru, Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo Gelar Wisuda Pascasarjana

Pesantren harus berevolusi menjadi pusat inovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Sejarah Baru, Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo Gelar Wisuda Pascasarjana
Rektor IAIAN Purworejo Hj Ashfa Khoirunnisa M Si memberikan sambutan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Institut Agama Islam An-Nawawi (IAIAN) Purworejo mencatat sejarah baru dengan digelarnya Wisuda Pascasarjana ke-1 dan Wisuda Sarjana XII, pada Sidang Senat Terbuka, Sabtu (9/5/2026), di kompleks Pondok Pesantren Berjan Purworejo.

Kampus berbasis pesantren tersebut menegaskan kesiapannya bertransformasi menjadi universitas. Momen tersebut menjadi sangat spesial karena untuk pertama kalinya, IAIAN Purworejo meluluskan dua mahasiswa Program Magister (S2) dari prodi Manajemen Pendidikan Islam, bersanding dengan 160 wisudawan program Sarjana (S1).

Di tengah prosesi wisuda, terselip suasana haru saat in memoriam untuk almarhumah Afifatul Hanifah. Mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut meninggal dunia karena sakit setelah menyelesaikan seluruh administrasi kelulusannya.

Kehadirannya diwakili oleh orang tua dan kakaknya yang menerima ijazah sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan almarhumah menuntut ilmu.

Wisudawan IAIAN Purworejo. (istimewa)

Rektor IAIAN Purworejo, Hj Ashfa Khoirunnisa M Si, dalam sambutannya menyatakan institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren memiliki tanggung jawab besar di era modern. Pesantren harus berevolusi menjadi pusat inovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya.

“Kami percaya bahwa pesantren tidak boleh hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi creator of civilization (pencipta peradaban). Pesantren harus mampu tampil adaptif, inovatif dan progresif,” ujarnya.

Rencana transformasi menjadi universitas, lanjut rektor, merupakan langkah strategis yang sedang ditempuh. Perubahan status tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing institusi di kancah global serta memperluas kontribusi bagi masyarakat luas.

Ketua Panitia Wisuda, Ita Nurmalasari M Pd didampingi Seksi Acara Ida Farida M Pd menyampaikan total 162 wisudawan berasal dari berbagai disiplin ilmu dengan rincian, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 70 wisudawan, Fakultas Syariah 48 wisudawan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 31 wisudawan, Fakultas Dakwah 11 wisudawan dan Program Magister (S2) 2 wisudawan.

Perhatian pusat

Acara ini juga memperoleh perhatian khusus dari pemerintah pusat dengan hadirnya Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Pendidikan dan Moderasi Beragama, Farid F Saenong, serta perwakilan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI serta Koordinator Kopertais Wilayah 10 Jawa Tengah.

Rektor berpesan para lulusan memiliki kesadaran diri yang tinggi dan tidak gentar menghadapi perubahan zaman. Alumni diharapkan terus membangun jaringan dan menguasai bahasa sebagai kunci pembuka pintu peradaban.

Rektor berharap mahasiswa jangan takut menghadapi masa depan yang penuh kejutan. “Jadilah agen perubahan yang mampu menjawab tantangan global dengan jati diri santri yang kuat,” katanya. (*)