Minggu, 09 Mei 2021,


puteri-buruh-tani-diterima-sma-taruna-nusantara-jalur-beasiswaLusiana Dewi, diapit Kepala SMP Negeri 1 Bukateja Purbalingga, Tjandra Irawati S.Pd, dan urusan kurikulum, Joko Arifin S.Pd. (prasetiyo/koranbernas.id)


Prasetiyo
Puteri Buruh Tani Diterima SMA Taruna Nusantara Jalur Beasiswa

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURBALINGGA -- Lusiana Dewi (15), siswi kelas 9 SMP Negeri 1 Bukateja, Purbalingga, berhasil lolos seleksi masuk sekolah favorit, SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang tahun pelajaran 2021/2022.


Lusi, demikian gadis kelahiran 18 Oktober 2006 ini biasa dipanggil, adalah salah satu dari 10 siswa terbaik kelas 9 SMP di Provinsi Jateng yang mendapatkan beasiswa dari Gubernur Jateng untuk bersekolah gratis di sekolah bergengsi ini.


Lusi adalah anak ke 2 dari dua bersaudara pasangan Gatot Sutrisno dan Istiyah. Kesehariannya, ayah Lusi sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, ibu rumah tangga. Kakak Lusi, Jefriono, bekerja sebagai buruh bangunan. Mereka tinggal di Jalan Randu Alas RT 03 RW 09, Dukuh Gua Lele, Desa/Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

"Saya bersyukur, senang dan bangga bisa diterima di SMA TN. Terima kasih saya ucapkan kepada orang tua, kakak, ibu Kepala SMPN 1 Bukateja beserta bapak ibu guru semua, dan semua pihak yang ikut menghantarkan saya diterima di SMA TN," ujar Lusiana Dewi ketika ditemui koranbernas.id di SMPN 1 Bukateja, Sabtu (17/4/2021). Lusi didampingi Kepala SMPN 1 Bukateja, Tjandra Irawati S.Pd, dan urusan Kurikulum, Joko Arifin S.Pd.


Lama dan Ketat


Lusi menceritakan, harus menjalani proses seleksi yang cukup lama dan ketat sejak bulan Januari hingga awal April 2021.


Sampai akhirya berdasarkan surat dari Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) yang mengelola SMA TN, bernomor B/1357/IV/2021, tertanggal 9 April 2021, perihal pemberitahuan hasil pemantauan akhir (Pantukhir), Lusiana Dewi dinyatakan diterima sebagai siswi SMA TN tahun pelajaran 2021/2022.

Pada tahun pelajaran 2021/2022, SMA TN menerima 350 siswa baru, dari puluhan ribu pendaftar seluruh Indonesia.

Awalnya, kisah Lusi, di tingkat provinsi Jawa Tengah dirinya mengikuti seleksi administrasi dan seleksi akademik yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

Dari sekitar 53 siswa SMP kelas 9 terbaik di Jateng yang lolos administrasi, kemudian mengikuti tes akademik. Tes akademik tersebut menjaring sebanyak 20 siswa terbaik sebagai kandidat penerima beasiswa Gubernur Jateng untuk melanjutkan studi di SMA TN. Dari 20 siswa tersebut, Lusi masuk rangking 10 besar.

Kemudian 20 siswa yang lolos seleksi akademik, didaftarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng ke LPTTN sebagai calon siswa (Casis) SMA TN. Selanjutnya di tingkat nasional, ribuan casis yang berasal dari seluruh pelosok tanah air melakukan seleksi administrasi.

Untuk tahun ini tercatat sekitar 1.600 casis yang lolos administrasi dan berhak mengikuti seleksi akademik. Casis yang lolos passing grade tes akademik sekitar 700-an siswa dan lanjut ke tahap berikutnya. Tes selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan, psikologi, dan wawancara.

Melalui tahapan yang cukup panjang tersebut akhirnya diperoleh 350 siswa yang dinyatakan lolos sebagai siswa SMA TN. Dan diantara 350 siswa tersebut, salah satunya adalah Lusiana Dewi, yang diterima melalui jalur beasiswa Gubernur Jawa Tengah.

"Semua kegiatan seleksi casis SMA TN saya ikuti secara daring, kecuali pemeriksaan kesehatan," ujar Lusi yang bercita-cita menjadi dosen Biologi ini.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Lusi gigih dalam belajar. Keterbatasan yang ada bukan kendala untuk mewujudkan cita-citanya itu. Bahkan, dalam suasana Pandemi Covid-19, Lusi selalu rutin mengikuti pembelajaran secara daring.

Sesekali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni memakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir dan selalu jaga jarak, Lusi datang ke sekolah untuk berkonsultasi dengan guru-gurunya jika ada materi yang kurang dipahami.

Sejak duduk di SD Negeri 4 Bukateja, Lusi dikenal rajin belajar dan memiliki banyak prestasi. Berlanjut di SMPN 1 Bukateja, Lusi yang aktif di Pramuka dan OSIS ini, selalu mendapat peringkat pertama dan sering meraih prestasi membawa nama baik sekolahnya.

Difasilitasi Sekolah

Kepala SMP Negeri 1 Bukateja, Tjandra Irawati S.Pd, mengaku bangga dan bahagia atas prestasi yang diraih Lusi. Pasalnya, Lusi mampu memperoleh beasiswa Gubernur Jawa Tengah serta meneruskan tradisi alumni SMP Negeri 1 Bukateja yang diterima di SMA TN.

Untuk diketahui, salah satu lulusan SMPN 1 Bukateja, Briantama Hascaryo Pamungkas, diterima SMA TN pada tahun pelajaran 2012/2013 silam, juga melalui jalur beasiswa.

Briantama yang setelah lulus SMA TN melanjutkan ke Politeknik Keuangan Negara STAN, kini sudah bekerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon 2, Jawa-Barat.

"Kami selalu memfasilitasi dan memotivasi siswa yang akan melanjutkan ke SMA TN. Termasuk Lusi, untuk membantu proses seleksi secara online, sekolah berupaya memberi bimbingan dan memfasilitasi komputer dan jaringan internet sebaik-baiknya," ujar Tjandra Irawati. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini