Kecelakaan di Purworejo Tewaskan 114 Orang, Polres Perkuat Edukasi Keselamatan
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Sebanyak 612 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Purworejo sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, 114 orang meninggal dunia, 721 orang mengalami luka ringan, serta kerugian materiil mencapai nilai yang tidak sedikit.
Data tersebut menjadi perhatian Polres Purworejo untuk terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi kepada masyarakat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan dengan menggelar Olahraga Bersama Fun Bike sebagai media kampanye keselamatan berlalu lintas.
Ratusan peserta yang terdiri atas anggota Polri, instansi pemerintah, komunitas sepeda, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut dengan menyusuri sejumlah ruas jalan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di Kabupaten Purworejo.
Sepanjang rute, peserta memperoleh edukasi mengenai disiplin berlalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengatakan, berdasarkan data hingga Mei 2026 tercatat sekitar 300 kejadian kecelakaan lalu lintas.
Meski jumlah tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas.
"Angka ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, bagi kami satu korban kecelakaan pun tetap terlalu banyak," ujarnya, Minggu (28/6/2026).
"Karena itu kami tidak akan pernah berhenti mengampanyekan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada seluruh masyarakat," imbuhnya.
Menurutnya, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan edukasi yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Melalui kegiatan Fun Bike, masyarakat diajak melihat langsung kondisi ruas jalan yang rawan kecelakaan sekaligus memahami pentingnya berkendara secara aman, menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi batas kecepatan, serta mengutamakan keselamatan.
"Kami berharap budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari kesadaran setiap individu sehingga angka kecelakaan di Kabupaten Purworejo dapat terus ditekan menuju zero fatality accident," katanya.
Apresiasi terhadap langkah preventif Polres Purworejo disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K). Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan korban setelah kecelakaan terjadi.
Ia mengatakan, cedera akibat kecelakaan lalu lintas kerap menimbulkan dampak jangka panjang, baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi bagi keluarga.
Karena itu, semakin rendah angka kecelakaan, semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan dan kualitas hidup masyarakat dapat terjaga.
"Keselamatan berlalu lintas juga merupakan bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap penurunan angka kematian dan kecacatan akibat trauma," tutupnya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
