BPKH dan Lazismu DIY Serahkan Ambulans, Perkuat Layanan Sosial Masyarakat
BPKH dan Lazismu DIY serahkan ambulans jenazah kepada Masjid Darul Ikrom Sleman untuk memperkuat layanan sosial dan pengurusan jenazah masyarakat
KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama Lazismu DIY kembali menyalurkan program kemaslahatan bagi masyarakat. Kali ini, bantuan berupa satu unit ambulans jenazah diserahkan kepada Takmir Masjid Darul Ikrom, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/6/2026).
Penyerahan ambulans jenazah ini merupakan bagian dari upaya BPKH dalam mengoptimalkan nilai manfaat dana haji untuk berbagai program kemaslahatan, mulai dari bantuan kebencanaan, kegiatan kemanusiaan, program Iduladha, hingga penguatan layanan sosial masyarakat.
Bantuan ambulans tersebut diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan kualitas layanan pengurusan jenazah, sekaligus memperluas akses pelayanan sosial bagi warga sekitar.
Sekretaris Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, MT, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh penyerahan bantuan, tetapi juga pemanfaatan dan pengelolaan yang berkelanjutan.
"Karena ambulans ini merupakan kendaraan operasional, kuncinya adalah pemanfaatan. Kami berharap ambulans ini terus digunakan untuk melayani masyarakat dan penggunaannya dapat dilaporkan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada BPKH dan Lazismu," ujar Gunawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPKH RI yang telah mempercayakan Lazismu sebagai mitra dalam pelaksanaan program kemaslahatan tersebut.
Pimpinan Badan Pelaksana BPKH RI, Dr Sulistyowati, ME, WMI, CFP, mengingatkan bahwa bantuan ambulans jenazah berasal dari dana amanah jamaah haji yang harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
"Mohon pemanfaatan ambulans ini terus dipantau dan dievaluasi. Dana yang digunakan merupakan amanah jamaah haji sehingga harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Program bantuan ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH untuk kemaslahatan umat. Adapun nilai bantuan ambulans jenazah yang disalurkan mencapai Rp317.823.750.
Ketua Yayasan Masjid Darul Ikrom, Dr Moch Hamied Wijaya, S.Psi, MM, mengatakan ambulans tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah masjid, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Pihak yayasan bahkan telah berkoordinasi dengan Dukuh Sambilegi Lor dan Sambilegi Kidul agar mobil ambulans bisa digunakan bersama oleh warga.
"Alhamdulillah, ambulans itu sudah tiga kali digunakan dan dikoordinasikan oleh tim relawan pengurusan jenazah," ungkap Hamied Wijaya.
Ia menyebut keberadaan ambulans jenazah sangat membantu masyarakat, terutama dalam proses pengantaran jenazah ke berbagai lokasi. Karena itu, yayasan, takmir, dan masyarakat berkomitmen menjaga serta merawat kendaraan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kepala Dukuh Sambilegi Lor, Agus Triyono, menilai bantuan ambulans jenazah dari BPKH dan Lazismu akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran ambulans tidak hanya mendukung layanan pengurusan jenazah, tetapi juga memperkuat berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan di wilayah Sambilegi yang selama ini aktif mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.
Kawasan tersebut dikenal memiliki beragam kegiatan produktif, mulai dari kelompok peternakan, perikanan, ekowisata, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga kegiatan seni dan budaya.
Sementara itu, tim relawan pengurusan jenazah yang selama ini bekerja secara swadaya berharap ke depan ada pendampingan dan arahan lebih lanjut agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Bantuan ambulans jenazah dari BPKH RI dan Lazismu DIY ini menjadi bukti bahwa nilai manfaat dana haji tidak hanya dikelola secara produktif, tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program kemaslahatan yang menyentuh kebutuhan nyata di tingkat akar rumput. (*)
Siaran Pers
