Aksi 64 Model Asmat Pro Warnai 20 Tahun Phillip Iswardono Berkarya
Kemeriahan 64 model Asmat Pro di 20 tahun Phillip Iswardono berkarya. Simak kolaborasi spektakuler yang angkat wastra Nusantara di Taman Budaya Yogyakarta
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA– Perhelatan akbar bertajuk Menyuluh Wastra Menoreh Jejak di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada Sabtu-Minggu (2-3/5/2026) menjadi saksi bisu perjalanan dua dekade desainer nasional, Phillip Iswardono, dalam merajut identitas budaya Indonesia. Puncak acara di hari kedua semakin semarak dengan kehadiran 64 model berbakat dari Asmat Pro yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Yogyakarta, Solo, Klaten, hingga Magelang.
Kolaborasi lintas daerah ini tidak hanya menampilkan busana yang memesona, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang adaptif dan percaya diri.
Sinergi Kreatif untuk Kemajuan Ekonomi
Peringatan 20 tahun Phillip Iswardono berkarya bukan sekadar selebrasi personal. Momentum ini menjadi titik tolak penting untuk menunjukkan bahwa industri kreatif dan fesyen tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi yang kuat antara perancang busana dan ekosistem pendukung, seperti Asmat Pro, terbukti mampu menghasilkan karya yang memukau dan berdaya saing tinggi.
Puluhan model dari Asmat Pro ikut meramaikan peragaan busana "20 Tahun Philip Berkarya". (istimewa)
Dalam sambutannya, Phillip menegaskan bahwa kolaborasi ini didasari oleh semangat kebersamaan untuk mendorong perekonomian nasional.
“Event ini bukan semata kebanggaan saya pribadi, tapi ini juga untuk Yogya dan Indonesia. Industri kreatif harus membawa nama secara keseluruhan untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” ungkap Phillip.
Dari Panggung Runway hingga Pembangunan Karakter
Bagi para model yang tampil di ajang prestisius ini, Menyuluh Wastra Menoreh Jejak memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bianca Latisha Calysta, model asal Muntilan, Jawa Tengah, mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat dalam perhelatan besar ini dan mendapatkan pengalaman baru di dunia modelling.
Perkembangan positif juga dirasakan oleh para orang tua. Catur Nugroho, orang tua Bianca, mengakui bahwa dunia modelling mampu membuka wawasan anaknya terhadap keberagaman dan memotivasi untuk terus berprestasi.
Hal senada disampaikan oleh Intas Awandhani, ibunda Leonora Elsa Adista, yang melihat langsung perkembangan anaknya yang telah meniti karier di Asmat Pro selama sepuluh tahun sejak usia dini.
Sementara itu, Kusmaryanto, orang tua dari Chiela Marsha Kalyca Deco, menceritakan transformasi luar biasa yang dialami putrinya. Berkat pelatihan kepribadian dan public speaking di Asmat Pro, Chiela berhasil mengatasi rasa malunya dan kini aktif tampil di berbagai ajang nasional hingga program televisi.
Lebih dari Tiga Dekade
Eksistensi Asmat Pro yang telah berjalan lebih dari 30 tahun tidak lepas dari komitmen sang pemilik, Panji Anom. Menurutnya, lembaga ini hadir dengan misi utama untuk menggali, melatih, dan memberdayakan bakat anak serta remaja secara konsisten.
“Kami punya misi memberdayakan bakat anak dan remaja. Dengan program yang jelas dan event pendukung nyata, kami berharap mereka bisa mewujudkan keinginan, minimal mendapat ilmu yang benar dan bermanfaat di masa depan,” tandas Panji. (*)
---
