Terong dan Pare Dipanen dari Rutan Kebumen

Dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan serta sebagian untuk bibit.

Terong dan Pare Dipanen dari Rutan Kebumen
Kebun sayuran program ketahanan pangan di dalam Rutan Kelas II B Kebumen. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN – Sayuran pare sejumlah 25 kilogram dan terong 9 kilogram baru saja dipanen dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kebumen, Rabu (6/5/2026). Ini merupakan hasil dari program ketahanan pangan. Kegiatan pertanian pada lahan brandgang Rutan Kebumen itu dikelola oleh warga binaan.

Kegiatan panen dilaksanakan petugas program pembinaan kemandirian bidang pertanian, Yulianto, dibantu warga binaan. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan serta sebagian dipersiapkan sebagai bibit untuk penanaman berikutnya.

Kepala Rutan Kelas II B Kebumen, Heri Mujiono, mengapresiasi capaian program ketahanan pangan yang terus menunjukkan hasil positif.

"Alhamdulillah, ketahanan pangan Rutan Kebumen sangat memuaskan. Hari ini kita kembali panen pare dan terong. Ini bukti pembinaan kemandirian berjalan baik. Warga binaan produktif, kebutuhan dapur terbantu dan rutan bisa lebih mandiri. Ke depan akan terus kita kembangkan," ujar Heri Mujiono.

Perawatan rutin

Sedangkan Yulianto menjelaskan proses perawatan tanaman dilakukan secara rutin oleh warga binaan. Beberapa buah pare sengaja tidak dipanen karena dipersiapkan untuk bibit.

“Tumbuh kembang tanaman bisa maksimal karena perawatan yang baik dari warga binaan. Mulai dari penyiraman, pemupukan organik, sampai pengendalian hama kita lakukan setiap hari. Hasilnya ya seperti sekarang, buahnya bagus dan segar," ujar Yulianto.

Program ketahanan pangan Rutan Kebumen menjadi salah satu unggulan dalam pembinaan kemandirian. Selain pare dan terong, lahan rutan juga ditanami kangkung, yang hasilnya digunakan untuk pemenuhan gizi warga binaan.

Rutan Kebumen berkomitmen terus mengembangkan program pertanian sebagai sarana pembinaan, pemberdayaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. (*)