Material Program Padat Karya Mulai Dikirim ke Lokasi
Total seluruh Bantul terdapat 60 lokasi dengan jenis kegiatan berupa pembangunan infrastruktur desa seperti cor blok, drainase dan talud.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Semakin dekatnya pelaksanaan Program Padat Karya yang bersumber dari Dana Keistimewaan atau Danais Pemda DIY tahun 2026 pada tanggal 18 Mei sampai 3 Juni atau 12 hari pengerjaan, berbagai persiapan terus dilakukan demi lancar dan suksesnya program tersebut.
Salah satunya adalah dropping material yang mulai dilaksanakan pada 6 Mei silam dan akan selesai 15 Mei atau tiga hari sebelum pelaksanaan.
Pihak rekanan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul selaku penyelenggara kegiatan program Padat Karya telah melakukan pengiriman ke titik-titik yang akan dijadikan lokasi kegiatan.
Total seluruh Bantul terdapat 60 lokasi dengan jenis kegiatan berupa pembangunan infrastruktur desa seperti cor blok, drainase dan talud.
Dropping material berupa pasir di Sono Parangtritis Kretek. (istimewa)
"Saat ini dropping material sedang proses dilaksanakan. Semoga lancar sesuai dengan jadwal yakni 15 Mei mendatang selesai," kata Agung Kurniawan SH, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Kamis (7/5/2026), di kantornya.
Nantinya sebelum pelaksanaan kegiatan petugas dari dinas juga akan melakukan cek lokasi guna memastikan material yang disediakan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
"Jangan sampai ada yang kekurangan karena bisa menghambat pelaksanaan program padat karya,” ujarnya.
Sementara Kepala Disnakertrans Bantul, Agus Yuli Herwanta ST MT, mengatakan setiap lokasi dialokasikan anggaran Rp 55 juta dengan Rp 15 juta di antaranya adalah untuk kebutuhan material.
Dropping material program padat karya berupa semen di Srumbung Segoroyoso Pleret. (istimewa)
Sedangkan warga yang bekerja akan memperoleh upah.
"Nantinya mereka yang bekerja dalam kelompok masyarakat (Pokmas) akan mendapat Hari Orang Kerja (HOK/upah -- red) yang bermanfaat untuk menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan. Setiap titik dikerjakan 34 orang dalam 1 pokmas," jelasnya. (adv)
Sariyati Wijaya
