Tembus 90 Juta Transaksi, AstraPay Rayakan HUT ke-6 dengan Digitalisasi UMKM Nasional
Merayakan HUT ke-6, AstraPay memperkuat komitmen inklusi keuangan melalui digitalisasi 64 juta UMKM di Indonesia. Dari integrasi QRIS hingga kolaborasi FIFGROUP, simak langkah strategis AstraPay mendukung ekonomi digital nasional
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bukan sekadar pelengkap statistik ekonomi Indonesia. Dengan kontribusi mencapai 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja, 64 juta unit UMKM adalah tulang punggung kedaulatan ekonomi nasional. Namun, di era serba cepat ini, "go digital" bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan.
Menjawab tantangan tersebut, PT Astra Digital Arta (AstraPay) di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 mempertegas posisinya sebagai motor penggerak digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan nasional. Bukan sekadar dompet digital, AstraPay kini menjadi jembatan antara teknologi dan kesejahteraan pelaku usaha di berbagai pelosok daerah.
Pertumbuhan Masif di Tengah Arus QRIS
Adopsi QRIS di Indonesia telah melesat bak anak panah. Hingga 2025, Bank Indonesia mencatat lebih dari 57 juta pengguna dan 39 juta merchant telah terintegrasi dalam ekosistem ini. AstraPay berhasil menunggangi gelombang ini dengan performa impresif: melayani lebih dari 17,5 juta pengguna dengan frekuensi transaksi (Number of Transactions) mencapai lebih dari 90 juta transaksi per tahun.
“Digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai transaksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat dan UMKM berkembang secara berkelanjutan,” ujar Arthur Purnama, Chief Product Officer AstraPay, di sela-sela acara Media & UMKM Gathering di Yogyakarta.
Ia menekankan bahwa AstraPay ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan linier dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Merayakan enam tahun perjalanannya, AstraPay menggelar rangkaian “Semesta Berpesta” di enam kota besar: Bali, Yogyakarta, Malang, Makassar, Bandung, dan Jakarta. Tak sekadar perayaan, ajang ini menjadi momentum nyata pemberdayaan ekonomi lokal.
Lebih dari 100 UMKM daerah diakuisisi masuk ke dalam ekosistem digital. Masyarakat pun diajak merasakan kemudahan transaksi non-tunai melalui promo tiket masuk Rp1 hingga berbagai aktivasi menarik. Langkah ini efektif mendekatkan layanan finansial digital kepada masyarakat yang selama ini mungkin belum terjamah layanan perbankan formal (unbanked).
Lebih dari Sekadar Bayar
Arthur menambahkan, kekuatan utama AstraPay terletak pada integrasi ekosistem Astra yang luas. Melalui kolaborasi dengan FIFGROUP, AstraPay memberikan akses pembiayaan usaha bagi UMKM. Selain itu, hadirnya dashboard keuangan bisnis membantu para pedagang kecil memantau arus kas secara transparan dan efisien.
Manajemen juga terus mendorong literasi ke masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi, mulai Anugerah Jurnalistik AstraPay (AJA) hingga gelaran Hackathon AstraPay.
Dalam acara Media & UMKM Gathering yang dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, regulator memberikan lampu hijau bagi langkah strategis AstraPay. Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Yunia Arthandany, bersama jajaran direksi AstraPay, sepakat bahwa kolaborasi adalah kunci.
“Kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi penting untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkap perwakilan Bank Indonesia.
Memasuki usia baru, AstraPay tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan, tetapi pada dampak sosial. Dengan memperkuat infrastruktur 5G dan optimalisasi layanan di berbagai event regional—seperti dukungan teknis pada Jogja 10K—AstraPay membuktikan bahwa mereka siap menjadi pilar utama dalam peta jalan ekonomi digital Indonesia.
Inovasi, edukasi, dan kolaborasi akan tetap menjadi napas AstraPay untuk memastikan setiap pelaku UMKM di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di panggung global. (*)
---
