Sofiatun Gudono Ingin UMKM Binaan PSI Bantul Naik Kelas

Kedatangan besan Presiden RI periode 2014-2024 Joko Widodo tersebut untuk bertatap muka sekaligus berdialog dengan UMKM.

Sofiatun Gudono Ingin UMKM Binaan PSI Bantul Naik Kelas
Foto bersama UMKM binaan PSI Bantul dengan Sofiatun Gudono. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Pegiat dan Pembina UMKM Indonesia, Sofiatun Gudono MSi, mengunjungi Kantor DPD PSI Bantul di Jalan Ir H Juanda Kalurahan Trirenggo Kapanewon Bantul, Senin (15/12/2025) sore.

Kedatangan besan Presiden RI periode 2014-2024 Joko Widodo tersebut adalah untuk bertatap muka sekaligus berdialog dengan UMKM binaan PSI Bantul. Ada sekitar 20 pelaku UMKM di bawah koordinator ketua Widayati atau akrab disapa Widya yang diundang pada pertemuan itu.

Hasil produk juga turut ditampilkan seperti kripik gedebog pisang, empek-empek, adrem, cilok gemoi, rempeyek, dodol pisang, kue utri. Juga ada busana dan kerajinan tas anyam.

Almira selaku Ketua DPD PSI Bantul mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk pengenalan UMKM PSI Bantul menjelang peringatan Hari Ibu kepada mertua Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep tersebut.

Pegiat UMKM Sofiatun Gudono bertemu pelaku UMKM binaan PSI Bantul, Senin (15/12/2025) sore. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

"UMKM ini dibina agar terus maju dan berkembang dan sebagian besar dari pelaku UMKM adalah kaum ibu. Ketika UMKM bisa berkembang dan semakin maju maka akan meningkatkan ekonomi keluarga. Ini artinya perempuan memiliki kontribusi membangun keluarga agar lebih sejahtera," kata Almira.

DPD PSI Bantul, lanjutnya, memiliki bagian atau unit yang khusus mendampingi dan membina UMKM. Harapannya UMKM semakin luas pemasarannya dan produknya semakin bagus serta berkualitas.

"Dengan kehadiran Ibu Sofiatun Gudono yang juga pembina UMKM Indonesia diharapkan para peserta akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru sehingga akan berguna untuk meningkatkan usaha masing-masing," katanya.

Widya menambahkan PSI Bantul berperan mendampingi dan ikut memperkenalkan UMKM kepada publik yang lebih luas. Juga membantu untuk meningkatkan kualitas dari hasil produk dan memperluas pemasaran misal melalui pemasaran online.

Ekonomi keluarga

"PSI Bantul melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM, kebanyakan adalah kaum perempuan. Harapannya adalah tercipta perempuan-perempuan yang tangguh pendukung ekonomi keluarga," kata Widya.

Saat ini jumlah UMKM yang bergabung di PSI sudah ada 50 anggota dan diharapkan dalam waktu dekat bisa meningkat dan target menjadi 100 anggota. "Mungkin kita nanti akan membentuk koperasi," katanya. Tentunya juga kehadiran para pengusaha UMKM ini akan memperkuat PSI ke depan.

Sedangkan Sofiatun Gudono mengatakan kunjungan ini untuk mengenal beragam produk UMKM binaan PSI Kabupaten Bantul. Dan ternyata para pelakunya terbanyak adalah para perempuan.

"Maka saya berharap perempuan-perempuan ini akan menjadi perempuan yang tangguh, mandiri dan berdaya. Artinya mereka turut menambah ekonomi atau pendapatan keluarga dan turut mewujudkan kesejahteraan," kata Sofiatun yang juga pimpinan Dewan Pembina DPD PSI Bantul.

Naik kelas

"Agar UMKM ini bisa semakin luas pemasarannya dan juga bisa naik kelas maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan," lanjutnya.

Di antaranya label halal serta memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB. Untuk itu bagi pendamping UMKM bisa mengarahkan pelaku usaha untuk mendapatkan izin dan label halal tersebut tentu dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

"Ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan kepada para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bantul dan menjadi binaan PSI. Di antaranya adalah untuk pengemasan produk makanan agar tidak menggunakan steples namun gunakanlah perekat yang aman dan khusus untuk makanan. Kemudian untuk produk baju agar menjahitnya tidak brodhol, jahitan kuat dan rapi, warna tidak luntur serta jahitan tidak renggang," tandas pengusaha bisnis fashion ini.

Aspek kualitas, kebersihan dan juga packaging harus diperhatikan karena menjadi salah satu keunggulan produk tersebut dan bisa disukai oleh pasar. (*)