BPS Purworejo Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026
Sensus Ekonomi 2026 untuk memotret struktur ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026, bertempat di RM Ayam Bakar Bambu Kuning Purworejo, Senin (15/12/2025).
Sebelumnya BPS Purworejo telah melakukan persiapan menjelang Sensus Ekonomi 2026 salah satunya melalui Pemutakhiran Batas Wilayah dan Muatan Wilayah Kerja Statistik (Wilkerstat). Persiapan Sensus Ekonomi 2026 (pemetaan) sudah berlangsung selama Agustus 2025.
Sosialisasi kali ini dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Nurfiana, akademisi, praktisi hukum dan pelaku dunia usaha.
Nurfiana mengatakan pihaknya mendukung penuh sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. "Mari kawal bersama, langkah besar wujudkan kemandirian perekonomian bangsa Indonesia yang lebih sejahtera," ujarnya.
Struktur ekonomi
Kepala BPS Purworejo Budi Prawoto mengatakan Sensus Ekonomi 2026 untuk memotret struktur ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, juga menjadi basis rebasing PDB (Produk Domestik Bruto) 2025 memastikan angka PDB yang dihasilkan lebih akurat, relevan, mencerminkan struktur perekonomian terkini.
"SE 2026 memperbaiki frame data nasional menjadi dasar sampling pada survei BPS selanjutnya memberikan analisis, untuk berbagai tinjauan analisis termasuk ekonomi, lingkungan, ekonomi digital dan ekonomi kreatif," jelasnya.
Bagi pemerintah, manfaat SE 2026 adalah mendapat data terkini sebagai landasan perencanaan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran serta sebagai bahan evaluasi atas berbagai kebijakan sebelumnya.
Di sektor bisnis, untuk memperoleh informasi dan data tentang pasar untuk strategi bisnis investasi dan ekspansi usaha data SE 2026 juga membantu pelaku usaha dalam memaknai tren industri serta peluang tantangan bisnis di berbagai wilayah.
Berbagai kepentingan
"Masyarakat bisa menerima manfaat dari kebijakan ekonomi pemerintah dan bisa mengakses data hasil SE 2026 untuk berbagai kepentingan. Selain itu, partisipasi aktif dalam SE 2026 juga mendorong transparansi dan perbaikan ekosistem ekonomi secara keseluruhan untuk mencapai berbagai target yang ditetapkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional)," katanya.
Dalam kesempatan itu dilakukan MOU (nota kesepahaman) antara BPS Purworejo dengan STIE Rajawali untuk program pojok statistik, penyediaan layanan data statistik, edukasi dan literasi statistik bagi sivitas akademika di perguruan tinggi. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
