Kepala MTsN 9 Sleman Siti Juwariyah Meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional

Penghargaan Adiwiyata Nasional bukanlah hasil instan melainkan buah dari proses panjang.

Kepala MTsN 9 Sleman Siti Juwariyah Meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional
Kepala MTsN 9 Sleman Siti Juwariyah menerima Piagam Penghargaan Adiwiyata Nasional, Senin (15/12/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Upaya panjang dan konsisten MTsN 9 Sleman membangun budaya madrasah yang peduli lingkungan akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Kepala MTsN 9 Sleman, Siti Juwariyah, berhasil meraih Piagam Penghargaan Adiwiyata Nasional, yang diserahkan saat kegiatan apel pagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Senin (15/12/2025).

Ini menjadi pengakuan nasional atas komitmen MTsN 9 Sleman dalam mewujudkan madrasah yang berbudaya lingkungan, bersih, sehat dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan madrasah sebagai ruang belajar yang ramah bagi generasi muda.

Jujuk, sapaan Juwariyah, Selasa (16/12/202), mengungkapkan rasa haru, bangga dan bahagia atas prestasi tersebut. Menurutnya, penghargaan Adiwiyata Nasional bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dilalui dengan kesabaran, kerja keras dan ketulusan seluruh warga madrasah.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari sebuah proses panjang dalam membangun budaya peduli lingkungan di madrasah. Yang terpenting adalah pembiasaan hidup bersih dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman bagi seluruh warga madrasah,” katanya.

Penun tantangan

Menurut dia, perjalanan menuju Adiwiyata Nasional penuh dengan tantangan. Mulai dari pemenuhan indikator penilaian hingga perubahan pola pikir dan perilaku sehari-hari. Namun, berkat kebersamaan dan komitmen bersama, setiap tantangan dapat dilalui secara bertahap.

“Pasti ada tantangan. Bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan kebersamaan dan komitmen, semua bisa dilalui,” tambahnya.

Jujuk mengatakan keberhasilan MTsN 9 Sleman tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen madrasah. Mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga dukungan orang tua, semuanya berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di lingkungan madrasah.

Berbagai upaya dilakukan secara konsisten, antara lain melalui pembiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah berbasis pemilahan, pemanfaatan ruang hijau, hingga integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kegiatan pembelajaran.

Kepedulian lingkungan

Seluruh program tersebut dijalankan dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki madrasah dan melibatkan partisipasi aktif peserta didik.

Menurutnya, program Adiwiyata tidak sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

"Nilai-nilai Adiwiyata diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat," ungkapnya.
Penerimaan penghargaan Adiwiyata Nasional ini sekaligus menjadi motivasi bagi MTsN 9 Sleman untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan madrasah. Ke depan, madrasah tersebut berkomitmen untuk mempertahankan budaya peduli lingkungan serta melangkah menuju Adiwiyata Mandiri.

Menjadi inspirasi

MTsN 9 Sleman diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah dan sekolah lain untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang peduli, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Harapannya, Adiwiyata tidak hanya menjadi program, tetapi benar-benar menjadi karakter yang melekat pada seluruh warga madrasah,” katanya. (*)