Tata Nilai Semangat Keyogyakartaan dalam Program Padat Karya

Sinergi antara pemerintah daerah dengan kalurahan serta masyarakat semakin kuat.

Tata Nilai Semangat Keyogyakartaan dalam Program Padat Karya

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar S Ag, mengatakan program padat karya Dana Keistimewaan DIY 2026 memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah menumbuhkan dan menguatkan tata nilai semangat Keyogyakartaan.

“Program padat karya tidak hanya bertujuan untuk membuka lapangan kerja sementara serta meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta, seperti tanggung jawab, integritas, gotong royong, kerukunan, kedisiplinan serta semangat kebersamaan,” kata Umaruddin Masdar, Rabu (6/5/2026).

Nilai-nilai tersebut, menurut politikus PKB ini, harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain itu, juga menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Di sisi lain dirinya mengingatkan pentingnya perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan padat karya yang akuntabel dan sesuai ketentuan.Sehingga program padat karya dapat berjalan efektif, transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar. (istimewa)

“Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dengan kalurahan serta masyarakat semakin kuat, serta pelaksanaan Padat Karya Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan selaras dengan nilai-nilai budaya Yogyakarta,” kata Umar.

Program padat karya bersumber dari Danais DIY untuk wilayah Bantul tersebar di 60 titik atau lokasi dengan anggaran setiap titik Rp 55 juta. Pelaksanaan dilakukan mulai 18 Mei hingga 3 Juni 2026 atau selama 12 hari pelaksanaan.

Padat karya digunakan untuk membangun infrastruktur desa seperti cor blok, drainase dan talud. “Adanya program padat karya ini juga menjadi salah satu pendukung tersedianya infrastruktur di tengah masyarakat,” katanya. (adv)