Los Pasar Kraguman Klaten Hampir Setengah Abad Belum Pernah Diperbaiki
Pemeliharaan rutin Pasar Kraguman akan dilaksanakan PT Meta Surya Morfosa.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) setempat, tahun ini memperbaiki los Pasar Kraguman Jogonalan. Perbaikan melalui kegiatan pemeliharaan rutin tersebut menelan anggaran Rp 2,67 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Klaten 2026.
Pemeliharaan rutin Pasar Kraguman akan dilaksanakan penyedia jasa PT Meta Surya Morfosa Klaten setelah dinyatakan sebagai pemenang tender dan menandatangani kontrak kerja pekan lalu.
Kepala DKUKMP Klaten, Anang Widjadmoko, saat dikonfirmasi menyatakan benar adanya kegiatan pemeliharaan rutin Pasar Kraguman.
"Sekarang ini baru membangun pasar darurat. Targetnya empat minggu selesai dan diharapkan minggu kedua bulan Juli sudah bisa dipindahkan (direlokasi). Tapi ini hanya bangun losnya, bangunan yang di depan tidak karena masih bagus," katanya.
Kondisi los Pasar Kraguman Klaten yang terkesan tidak rapi dan kurang bersih. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Pasar darurat yang sedang dibangun pihak penyedia jasa berlokasi di sebelah tower seluler di dekat Pasar Kraguman. Saat ini, proses pembangunannya sedang dikebut penyedia jasa.
Terkait pemeliharaan Pasar Kraguman, sejumlah pedagang memberikan tanggapan beragam. Ada yang mengaku senang dan ada juga yang mengaku senang dan tidak senang.
Bilamana nanti proses pembangunan selesai, mereka belum tahu apakah masih berjualan di tempat semula atau justru pindah tempat.
"Prinsipnya, kami senang los ini dibangun, tapi yang menjadi pertanyaan apakah nanti setelah pembangunan selesai, kami akan berjualan di tempat semula apa tidak. Sekarang, berjualan di sini saja sepi sekali karena tidak ada pengunjung," kata beberapa pedagang.
Pasar Kraguman di pinggir jalan raya Jogja-Solo. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Salah seorang pedagang los, Qulni, menceritakan los Pasar Kraguman diperkirakan sudah berumur hampir setengah abad belum pernah diperbaiki. Meski sudah tua namun kondisi tiang yang terbuat dari besi masih kokoh.
"Sekarang ini umur saya sudah 58 tahun dan sudah lebih dari 30 tahun berjualan di pasar ini. Dulu sebelum los ini dibangun, di sebelah sini ada pohon besar," ujarnya saat ditemui di tempatnya berjualan, Senin (15/6/2026). (*)
Masal Gurusinga
