Stok Hewan Kurban di Bantul Cukup
Para peternak selalu berkoordinasi dengan Puskeswan Kabupaten Bantul.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wakil Bupati (Wabup) Bantul Aris Suharyanta melakukan monitoring hewan kurban bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Rabu (6/5/2026). Ada dua lokasi yang menjadi tempat monitoring yakni Ar Farm Karangtengah dan Kelompok Andini Mulyo Sriharjo di Kapanewon Imogiri Bantul. Monitoring dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
“Dalam monitoring ini kami juga bersama dokter hewan dari DKPP Kabupaten Bantul guna memastikan kesiapan hewan kurban menjelang hari raya,” kata wabup.
Tujuan kegiatan adalah memastikan ketersediaan hewan kurban, lalu memantau harga di pasaran serta memastikan kesehatan hewan yang dijual. Terkait stok, dia menyebutkan secara keseluruhan untuk Kabupaten Bantul sudah tercukupi dan aman. Ini karena para peternak selalu berkoordinasi dengan Puskeswan Kabupaten Bantul.
Dari hasil pemantauan di Ar Farm diketahui terdapat sekitar 200 ekor kambing dan domba, dengan 150 ekor di antaranya siap untuk kurban. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 8,5 juta per ekor. Kenaikan harga disebut masih sejalan dengan tahun sebelumnya akibat tingginya biaya pakan ternak.
Sapi Rp 23 juta
Sementara itu, Kelompok Andini Mulyo memiliki stok sapi yang terdiri dari 18 ekor jantan, 22 ekor betina serta 11 ekor anak sapi. Untuk kambing, terdapat 30 ekor jantan, 41 ekor betina dan 26 ekor anak.
Harga sapi berada pada kisaran Rp 23 juta hingga Rp 30 juta per ekor dengan kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. (*)
Sariyati Wijaya
