Sebanyak 12 Dapur MBG Beroperasi di Bantul, Serap Ratusan Tenaga Kerja
Anggaran yang digulirkan untuk MBG di wilayah DIY juga mencapai angka Rp 1 triliun
KORANBERNAS.ID, BANTUL--Program Makan Bergizi Gratis (MNG) yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, seperti anak usia dini, siswa sekolah dasar, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Untuk mendukung kelancaran program ini, dibutuhkan fasilitas dapur umum yang efisien, higienis dan mampu menyajikan makanan dalam jumlah besar setiap harinya. Untuk itulah kemudian didirikanlah dapur MBG di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dapur MBG bukan hanya sekadar tempat memasak dalam skala besar. Namun dibutuhkan sistem yang rapi, tenaga kerja terorganisir, serta peralatan dapur yang efisien dan higienis agar makanan dapat disajikan tepat waktu, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar gizi harian.
“Untuk Kabupaten Bantul jumlah dapur yang berdiri ada 22 dan 12 diantaranya sudah beroperasi,” kata Anggota Komisi D DPRD Bantul, Aurely Putri Anjani. S.Par di Kantor DPRD, Kamis (21/8/2025) sore.
Dengan telah beroperasinya 12 dapur MBG tersebut, menurut Aurely mampu menyerap ratusan tenaga kerja dengan estimasi setiap dapur membutuhkan rata rata 47 orang. Mereka terdiri dari kepala dapur, tenaga masak utama, petugas penyiapan bahan makanan, bagian distribusi dan tim kebersihan dapur. Dengan tim yang tertata, operasional dapur bisa berjalan lancar dan efisien.
“Alhamdulillah untuk Kabupaten Bantul MBG bisa berjalan lancar dan sudah menyasar puluhan ribu dengan kapasitas setiap dapur 3.000 hingga 4.000 porsi,” lanjut politisi Partai Gerindra tersebut.
Maka menurut Aurely, program ini haruslah mendapat dukungan dari berbagai pihak karena manfaatnya memang dirasa nyata.
Selain penciptaan lapangan kerja dan juga pemberdayaan UMKM termasuk petani peternak yang ada di tanah air, MBG juga salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045.
Program ini diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Tujuan utama dari Program MBG adalah untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG),” tambah wakil rakyat yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kapanewon Bantul dan Kapanewon Sewon tersebut.
Anggaran yang digulirkan untuk MBG di wilayah DIY juga mencapai angka Rp 1 triliun. Ini membuktikan keseriusan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang ada di DIY.
“Saya sebagai wakil rakyat tentu akan siap terjun langsung dan melakukan pemantauan agar program ini bisa berjalan sesuai sasaran yang diharapkan,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
